Agama dan Pendidikan

Belajar Dari Peristiwa Holocaust dan Solidaritas Kemanusiaan

Peristiwa tersebut menyiratkan suatu solidaritas kemanusiaan yang sangat tinggi.

Cinta kepada sesama, sebagaimana diajarkan oleh Kristus dan dihayati oleh orang-orang tersebut, dalam situasi dan masa yang sangat sulit serta berbahaya, tidak mengenal batas-batas keagamaan dan kebangsaan.

Tanpa membedakan agama dan asal-usul orang-orang seperti mereka, mampu memberi kesaksian bahwa perbedaan agama dan suku bangsa tidak bisa menjadi halangan untuk membantu menyelamatkan orang lain.

Agama dan suku bangsa yang berbeda tidak bisa menjadi dalih untuk tidak berbuat baik kepada sesama dan tidak bisa menjadi alasan terciptanya permusuhan atau konflik.

Kasih sejati dan solidaritas kemanusiaan universal lebih bernilai daripada pertimbangan agama, kesukuan atau status sosial.

Sr Marie-Xavier dan Bapak Marcucci termasuk diantara sekian banyak orang yang secara nyata menjawab dengan tepat pertanyaan seorang ahli Taurat yang ingin mencobai Yesus: Siapakah sesamaku manusia? (Lukas 10:29).

Melalui solidaritas kemanusiaan mereka yang tinggi, dengan risiko kehilangan nyawa sendiri, ajaran Yesus cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Lukas 10:27) mendapat wujud konkrit.

Teladan kesaksian mereka yang berani menjadi ajakan bagi kita untuk membudayakan solidaritas kemanusiaan dengan sesama manusia, tanpa pandang agama, suku dan status sosial.

Cinta dan solidaritaslah yang harus menang! (Roma, 25 Desember 2002)

Pada bagian lain, Pastor Johanis Mangkey MSC menuturkan bahwa sangat penting bagi manusia untuk menghargai orang lain karena telah melakukan perbuatan kemanusiaan, tanpa terjebak pada isu agama, Suju, ras dan golongan.

“Dalam konteks peristiwan kelam yang melanda dunia seperti Holocaust, kita harus memberikan edukasi bagi masyarakat khususnya kalangan generasi muda,” ungkapnya.

Pastor Johanis Mangkey pada 19 Desember 2002 lalu turut menghadiri penganugerahan medali dari Pemerintah Israel kepada Sr Marie-Xavier Marteau OSU dan almarhum M Marcucci di Biara Generalat Ursulin, Roma.

(***/Frangki Wullur)

aca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara