
Manado, BeritaManado.com — Ada kabar gembira yang tak boleh dilewatkan oleh para tenaga kesehatan atau perawat di Sulawesi Utara (Sulut).
Pasalnya, program G to G (Government to Government) khusus perawat ke Jerman kini hadir, membuka pintu lebar-lebar bagi yang ingin mengembangkan karier di kancah internasional.
BP3MI Sulawesi Utara, di bawah naungan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), mengajak seluruh perawat berbakat di Sulawesi Utara untuk memanfaatkan kesempatan emas ini.
Komitmen ini terlihat jelas dalam siaran langsung Q&A program perawat G to G Jerman pada Kamis (17/7/2025) lalu, yang disiarkan melalui akun media sosial Facebook, youtube, dan Instagram BP3MI Sulut.
Program khusus ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jerman, yang berawal dari permintaan resmi dari Direktur Keuangan International Agency Ketenagakerjaan Federal Jerman.
Mereka secara khusus mencari tenaga kesehatan (perawat) dari Indonesia melalui skema penempatan G to G.
Hal ini juga diperkuat dengan persetujuan antara Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Bundesagentur für Arbeit (BA) Jerman yang telah terjalin sejak Juli 2021.
Untuk periode 2025 ini, pendaftaran program G to G hanya akan dibuka dalam satu gelombang. Jadi, jangan sampai terlewat!
“Pendaftaran telah resmi dibuka pada 14 Juli 2025 dan akan berlangsung hingga 26 September 2025,” terang Kepala BP3MI Sulut, Syachrul Afriyadi SKom MAP.
Salah satu poin penting yang selalu ditekankan oleh Menteri P2MI, Abdul Kadir Kading, adalah kemampuan berbahasa asing.
Hal ini sangat krusial sebagai jembatan komunikasi yang efektif dengan pemberi kerja di negara tujuan.
Oleh karena itu, bagi Anda yang berminat, kesediaan untuk kursus bahasa Jerman secara mandiri adalah syarat mutlak.
“Setelah mendaftar, peserta wajib mengikuti seleksi. Ketika lulus, barulah dianjurkan mengikuti kursus bahasa Jerman, atau bisa juga mengikuti kursus yang disediakan pemerintah Jerman,” jelas Khairul Umam SST Pi, narasumber dalam live Q&A tersebut.
Menurutnya, ada satu daya tarik yang luar biasa dari program ke Jerman, yakni bisa membawa serta keluarga.
“Kalau sudah dinyatakan lulus, bisa membawa keluarga, baik suami, istri, dan anak, bahkan orang tua. Itu ditanggung semua,” ungkap Khairul.
Tidak hanya itu, pendidikan anak juga akan diberikan secara gratis di Jerman.
Demikian juga untuk suami atau istri dari perawat yang lulus juga akan difasilitasi untuk mendapat pekerjaan yang layak.
Ini tentu menjadi nilai tambah yang sangat menarik bagi para perawat yang memiliki keluarga.
