Agama dan Pendidikan

Lahir dari Pertemuan Kekeluargaan, Dialog Damai Yahudi & Kristen Hadirkan Pesan Persaudaraan Universal di Minahasa

Lahir dari Pertemuan Kekeluargaan, Dialog Damai Yahudi & Kristen Hadirkan Pesan Persaudaraan Universal di Minahasa

Tondano, BeritaManado.com — Sebuah peristiwa bersejarah terjadi di Tanah Toar Lumimuut.

Pada Senin, 20 Oktober 2025, komunitas Yahudi dan Kristen menggelar Dialog Damai Yahudi & Kristen di Shaar Hashamayim Synagogue, Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Kegiatan lintas iman ini menghadirkan tokoh-tokoh agama, akademisi, dan pemuda dari dalam maupun luar negeri.

Pemerintah Kabupaten Minahasa turut memberi dukungan penuh melalui kehadiran Kepala Badan Kesbangpol Minahasa yang mewakili Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP.

Turut hadir pula tokoh masyarakat Fabian Sarundajang, yang memainkan peran penting dalam lahirnya ide dialog ini.

Lahir dari Pertemuan Kekeluargaan, Dialog Damai Yahudi & Kristen Hadirkan Pesan Persaudaraan Universal di Minahasa

Gagasan Dialog Damai Yahudi & Kristen berawal secara sederhana — ketika Rabbi Yaakov Baruch dan Pdt Dr Richard Siwu berjumpa di rumah keluarga Sarundajang pada acara syukuran wisuda S2 Jonathan Sarundajang.

Pertemuan kekeluargaan itu kemudian menjadi titik awal terbentuknya ruang dialog lintas iman yang kini berkembang menjadi agenda bersejarah di Minahasa.

Dalam sambutannya, Rabbi Yaakov Baruch menjelaskan akar sejarah hubungan erat antara Yahudi dan Kristen yang seharusnya menjadi dasar kebersamaan dan perdamaian.

“Kristen lahir dari rahim tradisi Yahudi dan menggunakan Kitab Suci yang sama. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup berdampingan sebagai pembawa damai, sesama anak-anak Allah, meski berbeda dalam doktrin,” ujar Rabbi Baruch.

Lahir dari Pertemuan Kekeluargaan, Dialog Damai Yahudi & Kristen Hadirkan Pesan Persaudaraan Universal di Minahasa

Sementara itu, Pdt Dr Richard Siwu memaparkan perjalanan iman Kristen yang berawal dari tradisi Yahudi hingga berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk di Tanah Minahasa yang dikenal dengan semboyan ‘Torang Samua Basudara’.

“Semangat Torang Samua Basudara adalah manifestasi nyata kasih Kristus dalam kehidupan bersama, yang melampaui batas agama dan suku,” ucapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh pemuda gereja dari Jerman, tokoh lintas iman dari Forum Lintas Iman Indonesia, serta komunitas Yahudi dan Kristen dari berbagai daerah.

Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban, memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi semangat persaudaraan dan damai sejahtera.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi upaya membangun harmoni lintas agama di Minahasa dan Indonesia pada umumnya, serta meneguhkan pesan universal bahwa perdamaian sejati tumbuh dari hati yang terbuka dan kasih yang tulus.

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara