Minahasa

Baptisan Umat Katolik Pinabetengan 21 Maret 1923 Jadi Momentum Sejarah

Baptisan Umat Katolik Pinabetengan 21 Maret 1923 Jadi Momentum Sejarah
Sebuah rumah tua yang diyakini sebagai tempat pembaptisan pertama umat Katolik Pinabetengan pada 21 Maret 1923 silam

Pinabetengan, BeritaManado.com — 21 Maret 1923 adalah waktu dimana 17 orang warga Desa Pinabetengan tercatat pertama kali di dalam lembaran Liber Baptizotorum (Buku Baptis) II Paroki St Petrus Langowan.

Catatan yang ada menuliskan nama Sarah, namun karena marganya tidak jelas terbaca, jadi hanya diinisialkan saja.

Yang membaptis Sarah N adalah Pastor Spelg MSC dan setelah itu diikuti dengan pembaptisan 16 orang lainnya, dimana beberapa diantaranya diduga kuat merupakan satu keluarga karena memiliki marga yang sama.

Istimewanya, keenambelas orang tersebut dibaptis oleh Uskup Manado yang pertama yaitu Mgr Gerard Vesters MSC.

Mereka yang dibaptis Mgr Gerard Vesters MSC adalah Petrus Iroth, Katotje Irot, Josephus Tandaju, Maria Tandaju, Media Tandaju, Jesaja Joseph Tandaju, Adelnia Mewengkang, Philip Mewengkang, Emma Mewengkang, Martje Mewengkang, Minder Mewengkang, Martje Ondang, Salome Mewengkang, Ebbe Paulina Mewengkang, Amatje Mewengkang, Herling Mewengkang.

Salah satu tokoh umat Ambrosius Tandaju (76), kepada BeritaManado.com, Rabu (22/3/2023) mengatakan bahwa dalam sejarah perkembangan umat Katolik Pinabetengan, dirinya mengaku kagum bisa merasakan sukacita perayaan 100 tahun pembaptisan pertama saat ini.

“Ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi, karena memiliki rentang waktu yang tidak sama setiap tahun. Setelah 100 tahun, umat Katolik biasanya merayakan perayaan 125 tahun pembaptisan pertama dan seterusnya seperti 130 tahun, 140 tahun, 150 tahun dan seterusnya,” ucapnya.

Opa Ambrosius Tandaju secara khusus mengenang sosok seorang pastor asal Spanyol bernama Fernandez Juan Alonso MSC yang saat ini telah menjadi seorang Beato.

“Saya kenal beliau yang memiliki ukuran tubuh yang tinggi dan besar. Beliau suka sekali mengajak anak-anak saat hendak pergi menggelar perayaan Ekaristi tempat jauh dan terpencil,” ujarnya.

Adapun lokasi yang pernah jadi saksi sejarah pembaptisan hanya berjarak tidak samoai 20 meter dari lokasi Gereja saat ini, sebuah rumah kayu beringkat dua.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara