Kota Manado

Bantuan Pemkot Manado ke Tokoh Agama Dinilai tak Realistis

Bantuan Pemkot Manado ke Tokoh Agama Dinilai tak Realistis
Buruh Sampah Lebih Layak Terima Insentif (Foto Beritamanado)

MANADO – Ini baru menarik, seorang pendeta memprotes bantuan yang dibungkus dalam bentuk tunjangan kepada tokoh agama sebesar Rp 6 juta setiap tahun. Pasalnya, menurut Pdt Billy Johannis STh, sebenarnya masih banyak yang lebih layak mendapatkan bantuan dari Pemkot Manado.

”Coba kita lihat orang buta yang tetap berkarya, dan memang membutuhkan perhatian, juga para buruh sampah,” ujar Billy kepada beritamanado, Kamis (24/03).

Menurut Billy, tahun 2011 ini setiap bulan Pemkot Manado sudah berjanji akan memberikan Rp 500 ribu setiap bulan atau setahun Rp 6 juta, sedangkan tahun 2010 bantuan kepada tokoh agama Rp 1 juta setiap tahun, dan tahun 2009 besarannya hanya Rp 500 ribu per tahun.

Billy mengatakan, sebagai bentuk protesnya maka uang sebesar Rp 6 juta itu akan dibagikannya kepada 10 orang buta. ”Pokoknya begitu tunjangan diberikan, saya akan berikan kepada orang buta dan buruh sampah,” tutur  Billy seakan bernazar. (abm)

Satu tanggapan untuk “Bantuan Pemkot Manado ke Tokoh Agama Dinilai tak Realistis”

  1. Baguslah kalo Billy Johannes punya nazar seperti itu. Seandainya ada 100 tokoh agama yang bersedia menyumbangkan bantuan Pemkot itu kepada kaum miskin, pasti deh kota Manado jadi lebih bagus. Bayangkan saja setiap tahun kaum miskin bisa mendapatkan bantuan 600juta dari para pendeta. Bukankah ini realisasi kasih yang sesungguhnya? Gimana pendapat para tokoh agama? Bersediakah anda2 mengikuti jejak teladan yang AKAN dicontohkan oleh Pak Billy?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara