MANADO – Badai tropis Nalgae tak berpengaruh banyak terhadap ketinggian gelombang di Perairan Sulawesi Utara. “Badai tropis ini terjadi di Laut China Selatan, dekat Taiwan,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulut Nurhadi, Selasa (4/10).
Tidak terpengaruhnya gelombang laut di perairan Sulawesi Utara, katanya, juga dipengaruhi oleh tekanan rendah di arah timur laut Papua.
“Akibatnya kekuatannya cukup terbelah. Tapi secara umum apakah badai tropis Nalgae dan tekanan rendah di Papua tidak akan memicu tingginya gelombang laut,” katanya.
Ia menjelaskan, rata-rata kecepatan angin permukaan di Sulawesi Utara sekitar 15-22 kilometer per jam.
Kecepatan angin yang tergolong normal itu, katanya, kecil kemungkinan memicu tinggi gelombang laut. “Transportasi laut tak akan terpengaruh. Begitupun dengan aktivitas nelayan yang melaut di beberapa titik perairan di Sulawesi Utara,” katanya.
Ia menjelaskan, ketinggian gelombang perairan laut Maluku diperkirakan sekitar 0,5 hingga 1,75 meter, sedangkan di Perairan Sangihe dan Talaud diperkirakan 0,75 hingga dua meter.
“Meski tidak membahayakan transportasi laut ataupun nelayan, namun kelayakan perahu atau kapal tetap harus diperhatikan,” katanya.(nie)
