
Bitung, Beritamanado.com – Terminal Petikemas Bitung (TPB) Pelindo IV bekal menerapkan sistem baru untuk meningkatkan pelayanan di awal tahun 2020.
Sistem baru itu kata General Manager TPB Pelindo IV Kota Bitung, Ayub Rizal adalah pemberlakuan pemindahan box atau container yang telah menumpuk selama sepuluh hari tanpa diambil.
“Sistem itu pernah ada sebelumnya dan akan kembali kami berlakukan untuk menghindari penumpukan agar alat leluasa melakukan bongkar muat,” kata Ayub, Senin (30/12/2019).
Ayub menjelaskan, jika sepuluh hari container tidak diambil maka pihaknya akan memindahkan ke lokasi lain dan dikenakan biaya penumpukan dengan harapan tidak terjadi penumpukan.
“Sampai saat ini saja sudah ada 600an box yang belum diambil pemiliknya dan masih menumpuk di areal bongkar muat dan awal tahun itu akan kami pindahkan ke lokasi lain,” katanya.
Sistem itu kata Ayub, harus diterapkan mengingat TPB tidak memiliki depot penampungan petikemas seperti di Makassar serta tidak semua perusahaaan pelayaran memiliki depot.
“Awal tahun juga kami juga akan menambah SDM dan menggunakan lahan baru untuk meningkatkan pelayanan,” katanya.
Soal penambahan SDM kata dia, dari 11 unit RTG yang dimiliki TPB, hingga akhir tahun ini sudah ada sepuluh RTG yang difungsikan dan awal tahun akan dioperasikan seluruhnya yakni sebelas unit RTG.
“Penggunaan lahan baru sendiri untuk menghindari penumpukan yang tiap bulan terus mengalami penambahan box dan kami memprediksi tahun depan akan terus bertambah sehingga mau tidak mau harus mengoptimalkan lahan,” katanya.
Ditanya soal keluhan sejumlah pelaku usaha pelayaran, Ayub menganggap itu sebagai masukan postif untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan.
“Kami terbuka untuk dikritik tapi tidak semua yang dikeluhkan itu benar karena dari data rata-rata jumlah B/M bulan November 2018 tercatat 721.33 dan bulan November 2019 ada 788.36 atau mengalami peningkatan 109%,” katanya.
(abinenobm)
