Laporan itu menyimpulkan bahwa, kejadian cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan infrastruktur di Bandar Udara Siau secara umum disebabkan oleh terdapatnya pusat tekanan rendah di wilayah Samudera Pasifik bagian Barat yang menyebabkan adanya pertemuan massa udara (convergence), ditandai dengan penurunan kecepatan angin yang cukup signifikan menghasilkan pembentukan awan-awan hujan yang aktif hampir di seluruh wilayah Kabupaten Siau dan sekitarnya.
Kejadian hujan badai tersebut juga dapat dilihat dari kelembaban udara yang relatif sangat lembab dan citra radar yang menunjukkan terbentuknya awan-awan konvektif penyebab hujan intensitas sedang – lebat dan angin kencang sehingga menjadi penyebab Bandar Udara Siau mengalami kerusakan infrastruktur.
(Rei Rumlus)
