
Manado, BeritaManado.com — Asosiasi SMK Pariwisata yang dipimpin Jenner Rumerung yang juga Kepala SMK Negeri 4 Manado ini, terus melahirkan inovasi dalam mengembangkan pariwisata di Sulut.
Salah satunya dengan melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dari lulusan SMK untuk mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.
Usai rapat koordinasi dengan para Kepsek SMK pariwisata dihotel Aryaduta Manado, Jenner Rumerung sebagai ketua DPD SMK Sulawesi Utara Jumat (15/11/2019) kemarin mengatakan, pertemuan ini salah satunya membahas tentang bagaimana SMK bisa mempersiapkan lulusan yang siap kerja di dunia usaha dan dunia industri khususnya di dunia pariwisata.
“Para lulusan SMK Pariwisata wajib dibekali dengan pembentukkan karakter yang baik dan bukan hanya ketrampilan saja, tetapi etos kerja, budaya, kedisiplinan harus juga ada,” ungkap Rumerung.
Kata Dia, dunia usaha dan dunia industri akan turun langsung ke sekolah-sekolah terutama pihak perhotelan untuk membantu sekolah menyiapkan siswa-siswa yang siap pakai atau kerja.
“Kami sudah bekerjasama dengan mereka dan ada 14 hotel berbintang empat di Sulut sudah siap turun dan akan dimulai pada tahun 2020 tahun depan,” katanya.
Rumerung menjelaskan, pihak hotel ini akan menyeleksi para siswa-siswi untuk dipilih dan dibina mereka selama 1 tahun dan saat lulus nanti para siswa ini akan dingkat mereka menjadi karyawan.
“Bukan hanya para siswa saja yang disiapkan SDM bidang pariwisata, tetapi para guru juga akan ikut magang selama 6 bulan di Dudi nantinya,” jelasnya.
Sementara melalui General Manager Hotel Aryaduta Manado Rommy Senduk mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih sekali dengan adanya asosiasi SMK pariwisata di Sulut karena sangatlah membantu mereka dalam menyediakan SDM lulusan SMK pariwisata.
“Apa yang dilakukan Asosiasi ini sangatlah membantu kami dan kerjasama ini akan berjalan terus,” kata dia.
Lanjut Senduk, dengan adanya kerjasama ini maka pihaknya akan terlibat langsung turun disekolah untuk menyeleksi atau memilih para siswa-siswi yang akan dibina atau diberikan ilmu tentang dunia kerja.
“Kami akan menyiapkan kurikulum untuk mengajar selama 1 tahun dan kurikulum sesuai dengan per profesi yang ada di hotel kami,” ungkapnya.
Lanjutnya, apa yang diajarkan oleh para guru disekolah seringkali berbeda yang di ajarkan di hotel atau dunia usaha dan dunia industri.
“Ya, melalui dana CSR kami bidang pendidikan para siswa akan dibantu diberikan ilmu dan para guru juga diberikan magang di hotel dengan fasilitas kami siapkan yaitu uang saku, cuti, fasilitas kesehatan, THR dan lainnya,” katanya.
“Kami lihat memang banyak siswa yang manja masih tergantung pada orang tua khususnya melakukan pekerjaan dirumah dan kami akan hadir disekolah untuk.merubah itu pada mereka dengan membina mereka merubah karakter dan mental mereka agar lebih baik dan siap kerja,” tutupnya dan bertekat agar pihaknya bisa merubah karakter siswa dengan melahirkan SDM pariwisata yang siap kerja dan melayani tamu dengan ikhlas dan murah senyum sehingga para tamu bisa nyaman dan mau datang kembali berwisata ke Sulut.
(Dimas Koesnan)
