MANADO – Terhambatnya penyelesaian pembangunan Tower SUTT di Pineleng berkapasitas 150 KV, hanya keberatan segelintir orang, hampir pasti akan merugikan daerah ini. Hal ini diutarakan Ketua LSM Aliansi Rakyat Peduli Listrik (ARDILIS) Sulut, Teddy Masengi, Rabu (9/11).
Teddy, mengatakan, beberapa hari terakhir ini, pemadaman listrik terus terjadi di Sulut. Hal ini karena beban daya di Gardu Induk Teling telah mencapai 92 persen dari batas maksimum 80 persen, sehingga pemadaman listrik otomatis tidak bisa dihindari. Padahal Gardu Induk Teling merupakan jalur utama transmisi Minahasa Kotamobagu Interkoneksi.
Pada jalur inilah suplai daya dari PLTU Amurang sebesar 50 MW dapat dinikmati sebagian besar rakyat Sulut. Sebaliknya jika pembangunan tower SUTT itu dihambat, resiko kerugian akan dialami rakyat Sulut, karena suplai daya listerik ini akan dialihkan ke Gorontalo. ”Kalau hal ini terjadi, maka bersiap-siaplah kita merasakan pemadaman listrik. Nah, sebagai bagian dari elemenm rakyat di daerah ini kami tidak mau ini terjadi, ”ujarnya.
”Kami tidak sudi rakyat Sulut dirugikan, hanya karena ulah segelintir orang. Padahal geliat pembangunan di daerah ini sedang giat-giatnya dilakukan, ”ujar Teddy lagi. Bahkan, kunjungan wisatawan ke Manado, dan sekitarnya semakin ramai, baik wisatawan domestik maupun manca negara.
Hal ini kata Teddy, tentu akan kontradiktif kalau pemadaman terus terjadi di daerah ini. ”Maka atas nama rakyat kami minta PLN segera melanjutkan pembangunan tower SUTT di Pineleng. Kalau perlu kami akan awasi, dan turun langsung mengawalnya, ”ujar Teddy.(jor)
