
Manado, BeritaManado.com — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Sulawesi Utara, Hari Utomo, menegaskan APBN memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi di 2025.
Meski ketidakpastian global masih tinggi, ekonomi Sulut pada triwulan III 2025 justru tumbuh solid 5,39 persen (yoy).
Hari menjelaskan, pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas produksi, tingginya mobilitas masyarakat seiring banyaknya event besar, serta konsumsi masyarakat yang terjaga melalui penebalan bantuan sosial.
“APBN berfungsi sebagai shock absorber yang melindungi masyarakat sekaligus menjadi motor pendorong ekonomi daerah,” ujar Hari, Jumat (28/11/2025).
Hingga 31 Oktober 2025, pendapatan negara di Sulawesi Utara mencapai Rp3,80 triliun atau 73,68 persen.
“Sementara itu, realisasi belanja pemerintah telah menembus Rp17,31 triliun atau 75,51 persen dari pagu, memperkuat dorongan fiskal bagi perekonomian daerah,” kata Hari.
Hari optimistis pertumbuhan ekonomi Sulut akan tetap kuat hingga akhir tahun berkat kombinasi belanja pemerintah, stabilitas harga, dan meningkatnya aktivitas masyarakat.
(srisurya)
