
Peliput: Jhonli Kaletuang I Manado
Penanganan kasus dugaan korupsi dana bantuan bencana erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro terus digencarkan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Perkembangan terbaru, aparat penegak hukum kembali memeriksa Anggota DPRD Sitaro dari Partai NasDem, Evenson Liempepas, Kamis (30/4/2026).
Politisi yang dikenal vokal itu menjalani pemeriksaan maraton sejak pagi hingga sore hari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Liempepas masuk ke kantor Kejati sekitar pukul 10.00 WITA dan baru keluar sekitar pukul 17.00 WITA setelah menjalani pemeriksaan intensif selama berjam-jam.
Usai pemeriksaan, Liempepas terlihat menuruni tangga gedung Kejati dengan mengenakan pakaian santai, didampingi pengacara Michael Jacobus.
Namun, saat bersua awak media, ia memilih irit bicara.
Tanpa memberikan keterangan berarti, ia hanya menyalami beberapa wartawan sebelum meninggalkan lokasi.
Sikap bungkam tersebut justru memunculkan tanda tanya di tengah publik yang terus menyoroti perkembangan kasus ini.
Kasus yang ditangani Kejati Sulut ini sendiri menyangkut dugaan penyelewengan dana bantuan bencana erupsi Gunung Ruang tahun 2024 di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Dari total anggaran sebesar Rp35,7 miliar, negara ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp22,7 miliar.
Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing-masing mantan Penjabat Bupati berinisial EBO, Kepala BPBD berinisial JMS, Sekretaris Daerah berinisial DDK, serta satu pihak swasta berinisial DT.
Kejati Sulut menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu.
Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, termasuk anggota legislatif, menjadi bagian dari upaya mengungkap aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan dana bantuan bencana yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat terdampak erupsi.
Publik pun berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.
Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pendalaman dan tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang turut diperiksa dalam waktu dekat.
