Dari segi ketersediaan tenaga medis, RSLD menyediakan perawat dan dokter yang secara bergantian menjaga, dan tenaga medis yang bekerja berasal dari perekrutan relawan yang ditangani oleh dinas kesehatan dan hanya bersifat sementara.
Diharapkan dari RSLD Bapelkes Manado ini agar bisa tetap memberikan pelayanan terbaik, dan tetap melanjutkan SOP rumah sakit sesuai dengan ketentuan yang sementara berjalan, meskipun hingga November 2021, RSLD ini tidak lagi beroperasi karena penurunan kasus covid – 19, sehingga RSLD ini telah kosong.
Berdasarkan informasi dari koordinator pengelolah RSLD, Gubernur belum mencabut izin operasinya karena mengantisipasi adanya lonjakan kasus pasca natal dan tahun baru,dan sampai saat ini kota Manado sudah mencapai herd immunity dimana jumah orang yang sudah divaksinasi covid – 19 sudah sangat hampir mencapai 100% diluat orang dengan komorbit yang
belum memenuhi kriteria untuk bisa divaksinasi.
Sebagai keseimpulannya, RSLD Bapelkes Manado beroperasi dengan penanganan kasus pasien dengan gejala ringan hingga sedang, selama menjalani perawatan, pasien diberikan penanganan terbaik, dan dapat saling berinteraksi sesama pasien isolasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5 M. Stigma negatif terhadap Penyintas covid – 19 merupakan msalah serius.
Hal ini perlu adanya perhatian dari pemerintah dalam hal memberikan edukasi dan tambahan pengetahuan terhadap masyarakat terkait cara penularan covid – 19 dan cara untuk menghindari adanya penularan, sehingga stigma negatif tentang covid – 19 tidak akan terjadi,dimana meskipun pandemik covid – 19 sudah terjadi lebih dari 2 tahun, namun masih ada masyarakat yang tidak mengerti tentang cara penularan, tidak cerdas dalam memutus rantai penularan, sehingga stigma negatif masih terjadi.
(***/Frangki Wullur)
