
Jakarta, BeritaManado.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Maya Rumantir tidak henti-hentinya menyerukan tentang upaya untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai moral, toleransi dan kebangsaan.
Demikian juga seruannya kembali dikumandangkan pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2025 ini yang diperingati pada 1 Juni 2025 lalu.
Menurutnya, antara moral, toleransi dan kebangsaan itu merpakan satu mata rantai yang terhubung satu sama lain.
Artinya bahwa ketiganya adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dari Sabang sampai Merauke.
“Moral yang baik itu harga mati dan harus dimiliki oleh setiap anak bangsa sebagai filter untuk menyaring segala sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Maya Rumantir.
Demikian halnya dengan aspek toleransi, harus tetap dilestarikan dengan cara-cara yang sederhana namun penuh makna.
“Toleransi ini terwujud dalam sebuah kebersamaan antar sesama anak bangsa dengan latar belakang kepercayaan (agama) serta budaya yang ada. Meski beda, anak-anak bangsa sanggup untuk mewujudkan kehidupan yang aman dan damai,” ujar Maya Rumantir.
Dalam koteks yang lebih luas, implementasi dari nilai-nilai moral, toleransi dan kebangsaan itu pada beberapa daerah di Indonesia sepertinya menjadi sesuatu yang tidak mudah terwujud.
Di tengah-tengah kehidupan yang majemuk, ssama anak bangsa harus saling menguatkan dengan berbagai sikap hidup yang memancarkan moral, toleransi dan juga kebngsaan.
“NIlai-nilai kebangsaan ini dapat dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari melalui praktek-praktek yang dilandaskan atas rasa cinta terhadap ibu pertiwi. Kebangsaan ini konteksnya sudah lebih luas, dimana mencakup keseluruhan aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga Indonesia kedepan dapat dipimpin oleh anak bangsa yang memiliki integritas,” harapnya.
(Frangki Wullur)
