Agama dan Pendidikan

Menteri Maruarar Sirait Ajak Civitas Akademika Unsrat Berani Dobrak Aturan Kaku demi Kebaikan Bangsa

Menteri Maruarar Sirait Ajak Civitas Akademika Unsrat Berani Dobrak Aturan Kaku demi Kebaikan Bangsa
Kuliah Umum bertajuk “Peran Perguruan Tinggi Dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan” di Unsrat Manado.

Penulis: JenlyWenur | Manado

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menghadirkan nuansa baru dalam penguatan ideologi mahasiswa melalui Kuliah Umum bertajuk “Peran Perguruan Tinggi Dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan” yang digelar di Aula Rektorat, Sabtu (11/4/2026).

Acara ini menjadi spesial dengan hadirnya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, sebagai pembicara utama.

Di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen, Maruarar memberikan orasi yang menekankan pentingnya keberanian dalam memimpin dan melayani masyarakat.

Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, MEng, IPU, ASEAN.Eng mengawali acara dengan pesan mendalam mengenai peran kampus.

Menurutnya, perguruan tinggi memikul beban moral yang lebih besar daripada sekadar mencetak lulusan bergelar tinggi.

“Tanggung jawab strategis kami adalah membentuk karakter, integritas, dan semangat kebangsaan. Kuliah umum ini diharapkan melahirkan pemikiran kritis dan inspirasi baru untuk pembangunan bangsa, khususnya bagi kemajuan Indonesia Timur,” ujar Prof. Berty Sompie.

Senada dengan semangat tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait dalam paparannya mengajak audiens untuk memiliki pola pikir yang progresif.

Ia menegaskan bahwa aturan hukum seharusnya menjadi jembatan untuk kesejahteraan, bukan penghalang bagi pemerintah untuk berbuat baik.

“Jangan niat kebaikannya yang diubah, tapi aturannya yang menghambat negara berbuat baik bagi rakyatnya yang harus diubah,” tegas Maruarar.

Ia mengaku pola pikir tersebut banyak ia pelajari dari gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pria yang akrab disapa Ara ini juga menantang civitas akademika Unsrat untuk tidak terjebak dalam zona nyaman atau sekadar melanjutkan tradisi yang sudah ada.

Ia mendorong lahirnya pemikir-pemikir cerdas yang mampu mengantisipasi perubahan zaman dengan inovasi yang produktif.

Sebagai penutup, Maruarar mengingatkan posisi pejabat publik sebagai pelayan masyarakat.

“Tugas saya bukan untuk menyenangkan birokrasi, tapi untuk menyenangkan masyarakat,” pungkasnya.

Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi diskusi hangat, yang diharapkan mampu membakar semangat mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi Indonesia dari gerbang utara Pasifik.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara