
Manado – Nama Affan Mokodongan mencuat akan mendampingi Jackson Kumaat sebagai Sekretaris KNPI Sulut. Namun sayangnya malah menuai kecaman sejumlah pihak, seperti dari Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) Sulut.
“Affan Mokodongan masih terlalu muda usianya, jangan sampai KNPI dipimpin oleh kader instan seperti dia. Kondisi seperti ini perlu ditertibkan bilamana ingin menjadikan KNPI sebagai lembaga yang profesional dalam menaungi kepentingan Pemuda Se-Sulut,” ujar juru bicara GMPI, Donis Kaseger.
Kaseger juga menjelaskan sekretaris merupakan motor penggerak organisasi, jadi harus dipimpin oleh pemuda yang berpengalaman dan kridibel. Hingga berita ini diturunkan, Affan Mokodongan belum berhasil dikonfirmasi.(LO)

noh kalo samua ngoni tolak… qta jo dang tu jadi sek
jangan berandai” trus dalam kehidupan ini kawan.
ini yang membuat indonesia jauh di tinggalkan malaysia yang dulu kita jauh meninggalkan mereka.
cara berpikir seperti itu yg membuat kita jauh tertinggal.
jadi kalo bukan ahli jangan coba utk melakukan sesuatu yang dia tidak tahu, akan fatal akibatnya.
kong apa lew itu harapan perubahan..?? sementara kita sendiri tidak mau meninggalkan cara” Orba…???
Kasihan…..
Kasihan Pemuda Sulut..
Kasihan Indonesia….
mari kita objektif melihat..,melihat integritas seseorang tidak harus dilihat ”se-tua” apa dia dalam peranan menahkodai OKP..,tetapi melihat kemampuan,kemauan dan semangat yg bersangkutan atau si afan ini sendiri.
mungkin banyak anak pejabat di sulut bisa di katakan ”karbitan”…,tapi apakah semua dari mereka karbitan..?apakah semua anak pejabat tidak mampu menjalankan organisasi karna org tuanya pejabat..?kalau memang sesubjektif itu kita berfikir maka kita harus me-rekonstruksi lagi gaya berfikir kita…betul..?
secara teknis,experience,dan pengkaderan sy pesimis sama si afan ini..,tapi mudah2an dia ini adalah re-generasi yg lahir dari external sehingga bisa menciptakan pergerakkan dan proses organisasi ke depan lebih kondusif…
seandainya ada yang lebih jauh berpengalaman dan ” lebe manasa’ dari ni anak” apakah akan jadi lebih baik organisasinya..? bisa juga akan jadi lebih ”ancor”..,seperti kata saya tadi kalau kita sesubjektif itu berfikir maka saya teringat akan pepatah -” katak dalam tempurung” tapi kalau bahasa saya “manusia hidup di kandang”
mari kita saling mendukung semangat yg bisa membawa perubahan..,mari kita dorong sesama pemuda yang berkemauan untuk membangun sulut yang lebih baik…,mari kita support sesama pemuda yang ingin maju dan mau untuk belajar..,SEMANGAT BUNG!
Salam pemuda
jangan terlalu memaksakan kehendak…. jangan nanti hasilnya buruk. kasian pemuda Sulut. hehehehee
monilai bagimana lew, kalo jadi yg instan hasilnya pasti mudah di tebak, pengalaman so banyak membuktikan utk itu..
mar katu mudah”an affan bisa lain dr yang lain.,
Kalau semua seperti affan, maka KNPI akan jadi Taman Bermain Kanak-Kanak. heheheheheheee… kalau masih di urus orang tua, mana bisa urus organisasi.. wkwkkwkwk
Jaman dunia politik sekarang tidak perlu pengalaman. Yang diperlukan sekarang adalah nama!!!!!!!! Apa nama itu terkait dgn nama besar? Apa nama itu terkait dgn uang besar? Dan semua bisa jadi. Di negara maju semua serba teratur tapi di Indonesia semua bisaAffan bisa masuk kategori ini. jadi semua bisa diatur. Dari Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati Camat gayanya sdh begitu. Jadi itulah aturan politik di Indonesia. Why not Affan?????
kita jangan langsung menilai orang begitu saja tanpa melihat atau mengenal orang tersebutt…… banyak juga yang sudah berpengalaman tapi tidak berbuat atau memberikan kontribusi apapun untuk organisasi, buktinya selama ini KNPI yang selalu dipimpin oleh orang yang berpengalaman menghasilkan apa????? mengapa kita tidak memberikan kesempatan kepada siapa saja yang mempunyai niat yang tulus untuk belajar dan berbuat….???
saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh pengurus GMPI Sulut, KNPI adalah wadah berhimpun Ormas Kepemudaan, jelas dalam AD/ART dan PO diatur tentang pengkaderan… jelas.jabatan Sekretaris adalah bagian dari pengurus inti/harian yang harus berlatar belakang pernah memimpin Ormas Kepemudaan di tingkat Propinsi atau pernah menjadi pengurus KNPI sebelumnya, jadi afan bagian dr produk Instan, yg mengandalkan anak pejabat utk duduk menjadi Sekretaris KNPI Sulut, dia tidak pernah memimpin OKP ataupun menjadi pengurus KNPI sebelumnya,
kalaupun Affan dilantik itu merupakan pelanggaran Hukum dan mencoreng nama baik KNPI. sebagaimana kita ketahui pengetahuan berorganisasi sangatlah penting dalam menahkodai KNPI yg merupakan wadah berhimpun padahal afan modal akan pengetahuan berorganisasi Nol besar, bagaimana mau memimpin OKP yang bernaung di bawah KNPI..?