Selain itu, beredar pula sebuah foto seorang dokter yang berfoto dengan anaknya.
Foto tersebut ditulis dengan narasi “Foto terakhir dokter Hadio berdiri di depan pagar menemui anak sebelum meninggal karena Covid-19”.
Mafindo pun menepis isu tersebut, menurut Eko hal tersebut tidaklah benar karena dokter tersebut bukanlah dokter Hadio.
“Foto terakhir dokter Hadio berdiri di depan pagar menemui anak sebelum meninggal. Tapi ini dokter dari Malaysia, bukan dokter Hadio,” ujarnya.
Banyaknya hoax yang beredar, membuat informasi yang sampai di masyarakat menjadi simpanan siur.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memeriksa dan menganalisa betul informasi sebelum disebarluaskan.
Peran literasi digital pun sangat penting, karena dengan literasi digital mampu membuat kita untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi masalah yang sedang terjadi.
Literasi digital juga mampu membantu dalam memecahkan masalah, berkomunikasi menjadi lebih lancar, dan juga mampu berkolaborasi dengan lebih banyak orang.
Literasi digital sendiri dapat diartikan sebagai kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggungjawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi.
Semboyan “jempolmu, harimaumu” kini terasa semakin nyata dalam menyikapi informasi yang beredar di dunia maya.
(***/Finda Muhtar)
