Kota Manado

Mamengko: DPRD Harus Pentingkan Rakyat Bukan Kepentingan Partai

Moning Mamengko
Moning Mamengko

ManadoPelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) menuding lembaga DPRD Kota Manado lebih mengedepankan kepentingan politik partai ketimbang pelayanan terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAMI, Moning Mamengko.

Kepada BeritaManado, Mamengko menyayangkan adanya keegoisan dari partai tertentu yang justru mempengaruhi kinerja secara kelembagaan DPRD Kota Manado yang hingga kini belum memiliki pimpinan definitif. Karena dampak akan hal itu menurutnya justru merugikan masyarakat Kota Manado secara menyeluruh.

“Sebenarnya mereka (DPRD) mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan sepihak atau internal partai politik tertentu. Sebab, harus diingat bahwa kepentingan rakyat jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok atau salah satu partai saja. Dan harusnya sebagai wakil rakyat tidak merugikan masyarakat dengan sikap egoisnnya,” kata Mamengko.

Ia dengan tegas menuding salah satu partai yang disinyalir melatarbelakangi ketidak maksimalan kinerja DPRD karena lebih mementingkan sikap ego yang justru berdampak terhambatnya sejumlah agenda DPRD yang pada intinya membahas kepentingan masyarakat yang sehari-harinya membutuhkan perhatian penuh para penyelengara pemerintahan yakni legislatif dan eksekutif.

“Bagaimana mau mengurus rakyat sedangkan mengurus partai saja tidak becus. Kami berharap agar pimpinan dewan definitif segera dilantik dan apa yang menjadi agenda dewan bisa segera dibahas, baik itu agenda internal lembaga dewan seperti pembentukan alat kelengkapan dewan dan pembahasan APBD perubahan 2014 dan APBD Induk 2015,” tegasnya. (leriandokambey)

Satu tanggapan untuk “Mamengko: DPRD Harus Pentingkan Rakyat Bukan Kepentingan Partai”

  1. http://edukasi.kompasiana.com/2014/10/02/kepemimpinan-presidensial-677860.html

    INDONESIA TIMUR MEMERLUKAN PATRON SEPERTI AHOK

    AKIBAT MANUVER POLITIK KOALISI PRABOWO,DENGAN MENGGOLKAN MD3,DPR MEREKA YANG BERKUASA DAN PILKADA MELALUI DPR ; MAKA AKAN SEMAKIN BANYAK PEMIMPIN DIDAERAH YANG MENJADI BONEKA,.ANTARA LAIN MEREKA SANGAT TERGANTUNG DAN DIJADIKAN ATM OLEH PARA PENGUASA DAN PARA POLITIKUS. DAN JUGA PASAL 33 SEMAKIN KUAT DIBUAT ALASAN UNTUK MERAMPAS KEKAYAAN ALAM DI DAERAH DAERAH.

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=705458112878352&set=gm.695302463885944&type=1&theater

    http://beritajakarta.com/read/5204/Ahok_Tidak_Akan_Calonkan_Diri_di_Pilkada_2017#.VCtsNBbIr1J

    Saya sangat setuju dan mendukung dengan penjelasan Ahok tersebut (dua berita tersebut diatas)..Sebab seperti apa yang diindikasikan oleh KPK 3000 anggota DPR terlibat korupsi dan rata2 mereka yang masuk menjadi DPR sudah menjadi pengetahuan umum keberhasilan mereka tersebut karena money politik sampai milyard rupiah dan ada yang sampai 20 milyard hanya untuk menjadi DPR.Begitu juga semua orang di negara ini sudah tau persis bahwa anggota DPR berasal dari partai2 yang dewa2 alias yang punya partai sangat dipuja,dipuji,ditakuti oleh para anggotanya.Sebab dewa2 ini sangat tegas,main pecat ; sehingga istilahnya dalam bahasa Manado “picah belanga” apalagi yang sudah investasi milayaran bisa jatuh miskin melarat.

    Itulah sebabnya saya katakan Ahok patut menjadi patron.Beliau adalah pemimpin daerah yang bukan berorientasi pada Akuisme.Tapi untuk melayani rakyat,sebab beliau tau dan menyadari bahwa dia bekerja, ditugaskan/pekerjaannya adalah untuk mensejahterakan rakyat pada umumnya,dengan harapan pribadi lepas pribadi dalam masyarakat bisa hidup sejahtera dan hidup berkualitas ; bukan berorietasi pada partai,kelompok,atau kepada mereka yang merasa diri sangat berkuasa (mereka yang memanipulasi SARA).Sebab kalau beliau berorientasi kepada Akuisme maka beliau itu sudah menjadi sama dan sebangun dengan kebanyakan para anggota DPR yang sekarang ini 3000 orang terlibat korupsi ,NATO alias no action talk only,dll..

    Ahok,adalah pemimpin daerah yang tampil dan bekerja sesuai dengan apa yang ada didalam dirinya sendiri.Sesuai dengan prinsip hidupnya,nilai2 dan keyakinan hidup apa yang dia yakini dalam hidupnya.Dia bekerja bersedia berkorban karena beliau sadar akan panggilan hidupnya.Pemimpin yang beroriatasi kepada melayani masyarakat bukan berorietasi Akuisme adalah pemimpin yang pretasinya dapat dirasakan manfaatnya bagi orang banyak yaitu : produktif,kreatif,innovatif,dll.

    Oleh karena itu,untuk Indonesia Timur yang semakin miskin dan tertinggal,carilah pemimpin yang patronnya seperti Ahok.Sebab para pemuka yang tampil di daerah2 Indonesia Timur ;,kebanyakan adalah mereka yang bermental ajudan alias asal bapak senang.Mental yang begini,sangat berorientasi pada Akuisme,sebab yang dikejar dalam hidupnya adalah : “pangkat,jabatan.facilitas,kehormatan, kedudukan dan pencitraan.Sehingga para pemuka masyarakat seperti ini,hanya dijadikan pengikut,yang terus menerus membebek ; dan sudah jelas biarpun sudah bertentangan dengan hati nuraninya,akal budi dan nilai2/keyakinan yang dianutnya mereka sangat ketakutan untuk mengatakan TIDAK !.Sudah jelas pemimpin yang begini bukan saja tidak produktif,kreatif,innovatif,dll,tapi juga hanya mendatangkan malapetaka bagi banyak orang.Dan biasanya para pemuka masyarakat semacam ini,tabiatnya seperti ada kisah dalam Alkitab : Hanya karena semangkok kacang merah hak kesulungannya ditukar”.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara