Minut

91% Anak Putus Sekolah Kembali Belajar

Kadispora Minut Maximelian Tapada serahkan beasiswa. (foto: beritamanado)

Kadispora Minut Maximelian Tapada serahkan beasiswa. (foto: beritamanado)

Kauditan – Gerakan Sumikolah atau kembali bersekolah yang dicanangkan Bupati Minut, Drs Sompie Singal MBA, pada 2 Mei 2012, telah membawa banyak kemajuan, khususnya dalam upaya mengentaskan anak putus sekolah dan menuntaskan wajib belajar 9 tahun di Minut.

Hal ini dinyatakan dalam penyerahan beasiswa secara langsung, kepada anak-anak putus sekolah yang ada di wilayah Minut, di Aula Meiby, Kawiley Kecamatan Kauditan, Jumat (23/8)

Drs Maximelian Tapada sebagai Kadispora Minut, mengatakan Gerakan Sumikolah yang kemudian diterjemahkan menjadi Program Sumikolah merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minut dan Project Basics-Cida.

“Tahun 2012, berhasil merekrut 171 siswa SD dan SMP, atau sekitar 48 persen dari 350 siswa putus sekolah di 5 kecamatan pesisir dan kepulauan, yaitu Wori, Likbar, Liktim, Kema dan Talawaan,” ujar Tapada.

Di tahun 2013 ini, tercatat 245 siswa SD dan SMP kembali bersekolah, atau sekitar 91 persen dari 269 siswa putus sekolah di 5 kecamatan sisa yang ada di Minut, yaitu Kecamatan Airmadidi, Kalawat, Kauditan, Dimembe dan Liksel.

“Ini membuat angka partisipasi murni pendidikan dasar di Minut naik dari 50,2 persen menjadi 68 persen di tahun 2012 dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Minut yang saat ini berada di posisi ketiga di Sulut,” jelas Tapada. (robin tanauma)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara