Manado – Pasca diumumkan 29 daftar calon sementara anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulut dari 30 orang yang mendaftar, masyarakat mulai memprediksi siapa 4 nama yang bakal melaju ke senayan 2014 nanti.
Meski 29 nama terbilang tidak asing lagi, namun ada beberapa kandidat yang punya kans cukup kuat meraih suara signifikan.
Adalah mantan Ketua Pemuda GMIM, Ir Marhany Pua atau Hanny Pua. Mantan Direktur Politeknik Manado ini sudah punya pemilih tetap. Tak heran, dirinya sudah dua periode jadi wakil Sulut di DPD. Meski pun dalam pemilu itu suaranya terus menurun, tapi Hanny Pua diprediksi sulit ditandingi.
Kemudian Aryanti Baramuli Putri (ABP). Nama Aryanti juga seakan identik dengan DPD. Karena dua periode berada di Senayan. Hampir sama dengan Hanny Pua, Aryanti sudah punya ‘fans’ tetap yang sulit bergeser memilih calon lain. Lebih khusus lagi pemilih dari Nusa Utara dan kalangan perempuan.
Nama ketiga putra dari Gubernur Sulut, SH Sarundajang, Fabian Sarundajang. Ebi, sapaan akrab Bendahara Umum (Bendum) DPP KNPI ini merupakan pendatang baru tapi sangat berpeluang lolos. Karena akan mendapat dukungan signifikan dari generasi muda.
Sedangkan beberapa nama yang dinilai bakal bersaing memperebutkan satu kursi lagi yakni Lucky Sondakh, Maya Rumantir dan Benny Rhamdani.
“Saya kira nama-nama itu sangat berpeluang untuk menjadi anggota DPD utusan Sulut,” terang Donald Max J, pengamat politik dan pemerintahan.(aha)
Nama-Nama Calon Sementara anggota DPD Sulut:
1. DR IR Adolf Lucky Longdong, Med
2. H. Ali Hardi Kiai Demak, SH. Msi
3. Ir Harits Umboh
4. Drs Arudji Mongilong
5. Aryanti Baramuli SH MH
6. Bachtiar Kodja Ssos
7. Baso Afandy
8. Benny Ramdhani
9. Drs Benny Tamara
10. Dolfie Maringka
11. Emnanuel J Tuular SIP
12. Fabian Richard Sarundajang
13. Hamdi Paputungan SH
14. Drs Harly Weku MM Ak
15. Dra Hermin Ririrswati Katamsi
16 Ismail Mo’o
14. Jhony Krisen
18 Jimmy Mikaell Walewangko
19. Joseph Theodorus Pati
20 ProfDR Ir LefrandSondakh Mec
21. Louise Nangoy SH
22. Ir Marhani V P Pua
23. Marthin N Mohede
24 Maya Rumantir
25. Ir Stefanus Liow
26. H Sujahri Van Gobel SH MT
27. Drs EC. Yosias Manueke MM
28. Yuda Abram Mokoginta
29. Zeth Walo SSos

Warga BOL-MONG RAYA telah satukan hati untuk mendukung & memilih (HAMDI PAPUTUNGAN,SH.MM)Harga mati
Mereka yg pernah membuat luka saat jd pejabat di sulut,JANGAN DIPILIH. hak setiap warga negara utk mencalonkan,hak setiap warga negara juga utk memilih.
Saya hormati dan hargai komentar Sdra Charlie. Tentu juga saya berharap Sdra charlie menghormati juga hak saya. Saya tahu dan sadar benar akan kekurangan saya, dan saya tidak menutu nutupi kekurangan itu, saya bahkan transparan, dan syukurlah banyak yang mencemooh saya tetapi lebih banyak juga yang memaklumi pergumulan saya…dan sikap saya tegas: apapun penilaian anda terhadap Angy, saya tetap hormati penilaian tersebut, karena memang masing masing punya hak untuk menilai..apapun cemohan, sindiran terhadap saya, saya hadapi itu dengan sika[p KASIH. Yang menyudutkan saya doakan, yang menzalimi saya justru doakan supaya mereka tidak akan mengalami ‘penzaliman” yang kami hadapi. Itulah The Power of Love. The Poer of Forgiveness. Aharan Kasih dari Kristus, Tuhan kita kan jelas. Musuhpun harus dikasihi, apa terlebih anak ita sendiri.
saya tahu, rival rival politik saya penganut ajaran “machivelli” akan menyerang saya dari kelemahan saya tersebut, dan saya tidak gentar, karena saya imani “Kasih Mengalahkan Segala Galanya”, Kasih mengalahkan kebencian, kecemburuan, fitnah…karena semuanya saya serahkan kepada Tuhan saja. Langkah saya ke DPD semata mata adalah “Panggilan Jiwa” untuk menggunakan sisa hidupo saya demi mereka rakyat Sulawesi Utar yang masih terpinggir karena kesulitan ekonomi, harga komoditi yang rendah ditingkat petani, lapanagn pekerjaan, kesempatan menikmati pendidikan bermutu, korban ketidak adilan. Dan niat dan tekad menjawab “Pangilan” ini, adalah niat yang bersumber dari Si Tou Tumou Tumou Tou, dari Kasih,niat yang prihatin terhadap derita dan keterpinggiran orang lain, termasuk juga derita yang dialami sejumlah politisi saya yang menurut analisa sejumlah pakar yang punya atoritas dalam ilmu politik dan hukum, merupakan korban permainan politik “machiavelli”, yang memang sudah harus siap dihadapi oleh para politisi…
Makanya, merupakan suatu “kesaksian hidup”, “dengan salib yang kami pikul sekarang ini, bukanya telah menempatkan kami pada posisi “tidak berdaya”, tidak bersemangat” atau tidak lagi punya “kegairan berdedikasi” demi sesama (karena mo cari apa lagi kang_), tetapi “”salib” yang kami pikul mengenai Angy, justru “hanya karena “kasih Tuhan” dirobah menjadi sumber semangat dan kekuatan untuk terus mengabdikan “anugrah” Tuhan kepada saya pribadi dan Istri (Ir. Kartini Dotulong) dalam bentuk kesehatan serta “kepakaran” kami dibidang “ekonomi politik” (telah kmenulis sejumlah buku yang di presentasikan di banyak forum nasional inyternasional) termasuk anugrah “semangat juang”.
Makanya, kalau terpilih, puji syukur. Tidak terpilihpun tidak perlu kecewa karena Tuhan Pasti Mengasihi Aku, Keluargaku termasuk Angy dan Pasti semuanya adalah dalam Rancangan Damai Sejahtra oleh Tuhan Kita Jesus Kristus bagi kedamaian Negeri ini dan termasuk kita semua. Kiranya Tuhan Menolong Aku. Amin.
Membaca komen Prof Lucky Sondakh, saya sangat bersimpati. Kalau Prof bisa terpilih karena konsep yang demikian, kita telah sama2 mewujudkan demokrasi yg sebenarnya. Bukan seperti saat sekarang ini dimana demokrasi = demo crazy. Maju terus prof lucky. Kampanyekan Politik Bersih dan Santun.
Bagi pak Lucky Sondakh sebaiknya dipertimbangkan dlu utk maju.Bgmn penilaian rakyat sulut trhdp anda??? mengingat anak anda angie sdg tersangkut mslh Korupsi dan sedang dlm proses hukum banding di pengadilan Tipikor…Disaat anda mengkampanyekan suara anda disatu sisi org2 akan menghina anda.
Oh..Tambahan pak Ya. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi Umat Muslim. Semoga tiba dengan selamat pada Hari Idul Fitri, tiba ke Idulfitri dengan penuh kemenangan Iman. Syalom dari Lucky Sondakh with The Power of Love dari Jakarta. From The HOuse of Angy in Jakarta.
Banyak yang terpanggil sedikit yang terpilih. 29 yang terpanggil ke DPD RI, hanya 4 yang akan terpilih. Yang 4 itu sudah ditentukan Tuhan melalui konstituen. Vox Populi Vox Dei.
Kalau dipercaya Rakyat Sulut, saya bersyukur. Tidak terpilih pun, hidupo jalan terus. Terpilih ataun tidak terpilih, ada Maksud Tuhan didalamnya.
Hanya saja, tentu saya harus berjuang keras, bekerja keras, berpikir cermat, untuk menjawab panggilan itu. Saya tidak perlu berkampanye siapa Lucky Sondakh. modal saya (sebagai Professor, Ph,D, Mantan Dekan, Mantan Rektor, dsb) sudah banyak yang tau. Juga sepak terjang saya dibidang kehidupan berpolitik, bergereja, akademisi dsb sudah banyak yang tau. Termasuk pergumulan dan “salib” yang saya pikul tentang Angy, saya tidak tutup tutupi kecuali bersyukur Tuhan masih memberi kekuatan bagai saya memikul “salib” ini.
Salah satu kekurangan saya maju ke DPD ROI ini ..yah terus terang saja. Dana saya pas pasan sekedar menutup biaya operasional (administrasi, transportasi) dan media (terbatas hanya via Radio, facebook, saja). Saya ndak punya dana untuk dibagi bagi sebagai imbalan bagi konstituen yang memilih saya. Lagi pula, walaiupun misalnya saya punya dana berlimpah, dana itu tidak boleh untuk “membeli suara” dalam bentuk “money politik”. Bagi sayak cara itu bukan mendidik tetapi malahan merusaj mental dan integritasi generasi mendatang yang mau hidup tanpa idealisme lagi, mau hidup dengan sangat prgmatis, mau hidup dalam penajajahn mereka yang berkuasa dalam bentuk “uang”.
Kalau memang saya dalam maju ke DPD ini nantinya kalau tidak terpilih karena ketidak cukupan dana, biarlah demikian. Lebih baik demikian, daripada saya harus menang karena harus merendahkan martabat konstituen yang mendorong mereka menjuual suara dan “integritas” mereka demi sesuap nasi dengan memilih seseorang karena “uang”.
Saya tau, sekian persen konstituen hoidup dibawah garus kemiskinan. Saya hayati “penderitaan” mereka. Penderitaan mereka harus di atas, tetapi bukan memberi mereka “gula gula” kesenangan sesaat. Mereka harus diberdayakan lepas dari penderitaan karena semangat dan ethos kerja mereka meningkat sebagai pekerja keras, pengatur keuangan yang cermat dsb.
Hanya saja, walaupun saya termasuk calon ke DPD yang ndak punya cukup dana untuk membiayai Tim Sukses danTim Pemenang. Tapi, Puji Tuhan, Tuhan menyiapakan saya banyak sekali Relawan yang bekerja karena idealisme yang datang dari seluruh pelosok Sulawesi Utara.
Mengapa mereka Tim Relawan itu mendukung?….Rupanya memang masih banyak sisi sisi konstituen yang keputusannya menetapkan pilihan tidak harius sangat terpengaruh dengan “uang”, tetapi idealisme dan Figur.
Ok. Hope for the best, Prepared for the worst. Inilah Aku Utuslah Aku, yang mau maju ke DPD RI Karena dorongan falsafahj Si Tou Tumpu Tumpu Tou . PADAMU NEGRA AKU MENGABDI. BAGIMU SULUT AKU BERBAKTI. SEMUANYA KARENA CINTA. KARENA :THE POWER OF LOVE”. AYO..SUPPORT LWS FOR DPD RI. Salam juga dari Angy yang sedang kami dampingi di Jakarta sekarang oini. Tuhan Memberkati. Only by the Grace of God.
Boleh jo nn. Nentau apa tu da bekeng untuk sulut. Muka polos, tindakan slow. Prof Sondakh yang lebih pantas dan layak, visi jelas
Tetap GMIM pilih GMIM….Pak Hani Pua
Satu Pemuda.Pemuda BiSa (faBian Sarundajang)
Satu Indonesia..
Maju terus BISA…..torang dukung…jangan lupa no.12