
MANADO – Bagi sebagian besar masyarakat, profesi tukang parkir diibaratkan pekerjaan keras yang hanya bisa dilakukan kaum lelaki. Tapi tidak dengan Dina Tamba, oma berusia 69 tahun ini masih bersemangat mencari nafkah menjadi tukang parkir malam hari di sekitaran Swalayan Fiesta, Kelurahan Wanea.
“Yang penting halal deng bersyukur sampe skarang Tuhan masih kase akang kesehatan pa oma. Sapa bilang cuma laki-laki boleh jadi tukang parkir, oma leh boleh!” ujar oma yang mengaku telah memiliki 3 anak, 8 cucu dan 2 cece.
Oma Dina berujar, dalam melaksanakan pekerjaan ini dirinya tidak sendirian, karena ada suaminya yang bergantian menjaga parkir. Ditanya beritamanado, berapa penghasilan setiap hari, oma yang berdomisili di Kelurahan Wanea Lingkungan I ini, mengaku bisa menghasilkan rata-rata Rp 75 ribu setiap malam.
“Kalu rata-rata 75 ribu, paling banyak itu pemilik kendaraan yang datang makang di restoran ini. Cuma torang kwa resmi, lantaran ada ijin dari Dinas Perhubungan,” tuturnya panjang lebar. (jry)

Hal ini mmg patut dicontohi oleh anak2 muda sekarang supaya mau berusaha spt oma opa ini dalam hal Semangat walau usia lanjut untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi kasiang juga hari tua sebenarnya saat2 menikmati hidup dg cucu cece tp malahan bekerja. Mungkin salah mungkin benar, hal ini sebenarnya menjadi tugas Wajib pada kita sebagai anak untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan orang tua kita sbg penghormatan kita kpd mereka yg melahirkan kita. Tuhan Yesus pasti memberkati oma dan opa di masa tua. “Hormatilah ayah dan ibumu supaya lanjut usiamu di tanah yg diberikan Tuhan Allah kpdmu”