Dari keterangan-keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber termasuk dari kalangan Protestan saat ini, rupanya hal itu memunculkan rivalias antara kedua kubu gereja saat itu dan bahkan masih bisa dirasakan hingga saat ini di berbagai sendi kehidupan.
Melihat kisah ini, ada hal menarik yang patut ditindaklanjuti dan bukan untuk membuka lembaran lama, akan tetapi bisa menjadi rujukan untuk meluruskan sejarah yang terjadi pada zaman para misionaris mula-mula.
Atas inisiatif pihak Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki St. Petrus Langowan dengan Pdt. Hani Londah STh yang melayani di Jemaat GMIM Schwarz Sentrum Langowan berbesar hati membuka kesempatan dan ruang dialog untuk menelusuri kisah-kisah sejarah yang tampaknya tidak sempat tercatat atau memang sengaja tidak dicatat.
“Saya menyambut baik upaya dari sahabat pelayanan dari Gereja Katolik St. Petrus Langowan untuk bersama-sama mencari apa yang seharusnya tercatat pada masa itu. Tidak masalah bagi saya meski nanti akan berpindah tugas pelayanan nantinya. Demi kemuliaan nama Tuhan, saya siap bekerja sama menelusuri data-data sejarah yang boleh dikatakan hilang sementara waktu. Saya percaya, niat yang tulus dan dengan hati yang terbuka, kita akan menemukan satu demi satu apa yang dicari slama ini,” harap Pdt. Hani Londah.
(Frangki Wullur)
