Minut

11 Pekerja Proyek Tol Dirawat Intensif, Beberapa Alami Benturan dan Patah Tulang

Salah satu korban saat dievakuasi.
Salah satu korban saat dievakuasi.

 

Minut, BeritaManado.com – Sebanyak 11 dari 21 korban ambruknya jembatan penghubung (overpass) di proyek jalan tol Manado-Minut-Minut, hingga kini masih dirawat intensif di rumah sakit.

Data yang dihimpun BeritaManado.com, korban di RSUD Walanda Maramis sebanyak 3 orang dan di RS Hermana Lembean sebanyak 8 orang.

Direktur Utama RSUD Walanda Maramis Alain Beyah melalui Humas dr Anton Tumbol saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/4/2018), mengatakan, total pasien yang dirujuk di rumah sakit tersebut sebanyak 7 orang, empat menjalani rawat jalan, 3 lainnya rawat inap.

“Tiga korban sudah dipindahkan ke ruang perawatan untuk dilakukan observasi lebih lanjut,” ujar Dijelaskan Tumbol, tiga pasien yang dirawat akan dilakukan foto rontgen karena sesuai hasil observasi awal mengalami benturan dan patah tulang.

Adapun 4 korban yang dirawat jalan masing-masing Aris Sugianto, Agung Pudiutomo, Dede Supriatna, dan Jainudin.

Dan tiga korban rawat inap yaitu Asis Suparman, Deden Sufia, dan Moktar.

“Empat korban yang rawat jalan, mengalami lecet di bagian kaki dan tangan, serta masih syok atas musibah tersebut,” jelas Tumbol.

Sementara itu, di RS Hermana Lembean, tercatat ada 8 pasien yang sedang dirawat intensif, yaitu Agus Sofian, Sofandi, Agus Sudrajat, Simon Mose, Agus Hermawan, Melky, Janudin dan Yan Sofian.

Hanya saja, pihak RS Hermana Lembean belum bisa memberikan keterangan terkait kondisi kesehatan dari 8 korban tersebut.

 

(Finda Muhtar)

 

 

Baca Juga:

 

1 Korban Longsor Proyek Tol Berhasil Ditemukan

Proyek Tol Longsor, 3 Pekerja Tertimbun

Ini Identitas 3 Korban Tertimbun Jembatan Ambruk di Overpass Jalan Tol

PT Wika Sebut Korban Jembatan Ambruk di Jalan Tol Capai 21 Orang

 

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara