Berita Utama

11 Jenderal Jadi Tonaas Wangko di HUT Minahasa

11 Jenderal Jadi Tonaas Wangko di HUT Minahasa
Logo HUT Minahasa ke-582

MINAHASA – Peringatan HUT Kabupaten Minahasa ke 582, Jumat (05/11) hari ini, dengan acara puncak dipusatkan di halaman Kantor Bupati yang akan dihadiri Bupati Minahasa Stefanus Vreeke Runtu dan jajaran Muspida.

Parayaan tahun ini ditandai dengan akan diberinya gelar adat Tonaas Wangko bagi 11 Jenderal asal Minahasa, bertempat di Wale Ne Tou Tondano.

Sekda Drs Jan Soriton mengatakan, pemberian penghargaan gelar adat bertujuan untuk mengikat semangat Keminaesaan bagi putra Toar-Lumimuut yang berkarya di luar daerah.

Dua diantara 11 Jenderal yang akan menerima gelar adat Tonaas Wangko adalah Kapolda Sulut Brigjen Pol Carlo Brix Tewu, kelahiran Rerewokan Tondano dan Kapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen Pol Yorry Worang.

Selengkapnya 11 Jenderal yang akan Menerima Gelar Adat Tonaas Wangko :

1. Mayjen TNI AD Lodewijk F. Paulus (Tonaas Wangko An Katanaan)

2. Brigjen TNI AD Theresje Abraham (Ina Kowene Mak Taktul Banua)

3. Laksamana Pertama TNI AL Willem Rampangiley (Tonaas Wangko An Tasik)

4. Irjen Pol. Drs Harry Montolalu (Tonaas Wangko Umbanua)

5. Brigjen Pol. Drs Yorry Worang (Tonaas Wangko Umbanua)

6. Brigjen Pol. Drs Roy Tumbelaka (Tonaas Wangko Umbanua)

7. Brigjen Pol. Drs Robert Kodong (Tonaas Wangko Umbanua)

8. Brigjen Pol. Drs Benny Mamoto (Tonaas Wangko Umbanua)

9. Brigjen Pol. Drs Benny Mokalu (Tonaas Wangko Umbanua)

10. Brigjen Pol. Drs Benno Kilapong (Tonaas Wangko Umbanua)

11. Brigjen Pol. Drs Carlo Brix Tewu (Tonaas Wangko Umbanua)

21 tanggapan untuk “11 Jenderal Jadi Tonaas Wangko di HUT Minahasa”

  1. Budaya dan upacara adat minahasa warisan nenek moyang kita harus dipertahankan seutuhnya. Bukan asal jadi seperti mesin foto copy. Apa
    lagi kalau ada udang dibalik batu.

  2. SAYA SANGAT SETUJU DENGAN BANGKITNYA BUDAYA MINAHASA LEWAT PEMBERIAN GELAR …

    Hanya saya jangan cuma sampe situ tamang, kita rasa ngoni yg ba komen ini hele bahasa daerah so nintau to?
    trg pe budaya dari dulu seperti apa paling ngoni nintau.
    nah, mulailah budayakan setidaknya BAHASA DAERAH masing2, karena Bahasa daerah di Minahasa so mulai PUNAH.
    Anak2 kecil so nintau bahasa daerah, dorang lebe suka bahasa alay/lebay sok metropolitan.
    Mulai dari torang, karena termasuk kita … so suka skali mo blajar tape bahasa daerah …

    SALUTE bagi mereka2 yg ingin memajukan BUDAYA dan BAHASA ASLI Minahasa.

  3. harusnya para purnawirawan jenderal yang masih hidup juga layak di hormati, banyak purnawirawan jenderal asal tanah minahasa yang tak kalah berprestasi..

  4. Senang baca2 komentarnya. Samua punya kebenarannya dari masing2 sudut pandang. Maar depe kesimpulan adalah: Apa yang torang bisa buat bersama-sama untuk memajukan Tou Minahasa. Dan itulah kebenaran buat Tou Minahasa.

  5. Gelar Adat adalah terminologi baru untuk suatu sebutan kehormatan yg sudah ada sejak lama dalam masyarakat Malesung. Sedikitnya ada empat Gelar Adat, yaitu Teterusan atau panglima perang, Tona`as untuk pemimpin arif bijaksana (ngasaan, niatean), Walian untuk pelayan agama adat, serta Ukung (kokong, pelindung) sebagai pengayom masyarakat. Sayang gelar adat yg diberikan spt terbatas pd pjbt militer/polri dan semua sebagai Tona`as, pd hal mungkin lebih cocok sbg Teterusan, juga semua dgn predikat Wangko. Kita hormati 11 perwira yg diberi gelar adat oleh MKM. Namun MKM perlu sedikitnya memberi keterangan kpd masy apa kriteria pemberian Gelar Adat selama ini.

  6. Butul itu john,..pembangunan bukan cuma obral janji wktu kampanye, tp bukti,..dan buktinya minahasa cm jalan di tempat, nda maju2.pejabat dan akademisi nda kreatif, investasi lesu, makanya banyak pengangguran. Nah torang mo tgu 11 jndral apa kontribusinya tuk tanah minahasa,..

  7. beri gelar tonaas ……?? Minahasa kota mati hanya lampu warna warni nga ada yang harus dibanggakan disana nyata itu tole…
    kalo tu yang di beri gelar tonaas bisa bikin ramai dan apik tu kota Tondano itu baru angkat jempol…

  8. setuju dengan rudy,…
    jan cm karena ada maunya,…cari nama, kong kase2 swambarang itu gelar…
    masyarakat skarang so pande samua do,….

  9. Selamat harus diacungkan jempol untuk ke 11 jendral yang bergelar Tonaas. Dari sisi akademis, pemeberian gelar itu merefleksikan paradigma mengidolakan “the power of hand”. sah sah saja tentunya, hanya saja “the power of hand” perlu jalan berpadan dengan “the power of mind”. Menteri pertahanan Indonesia aja kan tidak perlu harus seorang jendral?…hebat memang SBY kita ini….di AS malahan jabatan menteri pertahanan yang mengatur para jendral adalah personel2 intelectual seperti Robert Mc Namara dsb. benar, menurut Filosof Francis Bacon, it is not the Power of hand but the power of mind which sustain……SHS Sulut mengadopsi Paradigma Francis Bacon samapi2 berjuang meraih gelar DOKTOR dalam International Political Studies di Univ Gajah Mada…..semoga Bung Vreeke Runtu bisa ikut paradigma dan jejaknya SHS….

  10. Buat Pak Carlo Tewu, Tolong Diamankan Ruas Jalan Manado-Tondano, Lewat Koka-Kembes-Rumengkor-Suluan. Torang kasiang Mo Pi Tondano, Musti Ja Lewat Tomohon. Jalan Manado-Tondano, lewat Rumengkor Sangat Menakutkan Di Malam Hari (Byk Pemabuk2), Supaya Tondano Jadi Lebih Maju. Karena Keamanan Berperan Penting Dalam Kemajuan Tondano & Kampung2 Sekitarnya

  11. ya kalu tanpa ritual ..jgn bilang tonaas ..ngoni cek jo di sejarah minahasa sejak KAREMA turun di tanah malesung..hal hal apa yg mharus di perhatikan dlm pemberian gelar tonaas wangko umbanua..

    kalu drg tonaas di bidang masing masing yaa nda usah kase gelar tonaas wangko ..mungkin juga drg so nda tau dari PAKASAAN mana drg drg jendral itu ..

    jadi very irony dgn pemberian gelar ada tonaas wangko tapi .tidak melalui proses yg benar /..

    ini bukang hal membangun minahasa atau .topik ini pemeberian gelar adat ,,kalu memebrikan gelar adat harus lewat prosesi adat ..jgn hilangkan itu prsoesi adat

    salam
    milisi waraney

  12. Setuju kase penghargaan bagi mereka yang berpangkat (11 Jendral). Bagimana yang so banyak berbuat dan Tonaas di bidang pekerjaannya seperti Rudy bilang tapi kasiang tidak ber pangkat (bukan jendral)? Apa ada perhatian?? Ini tidak ada pemerataan kalu menurut kita pribadi. Itu dewan adat cuma cari muka joh pa Jendral2 ini. Mungkin dari budayawan, sipil dan bila perlu Petani sukses boleh kase akang le penghargaan sebagai Tonaas, yang membangun Minahasa. Dari 11 cuma satu yang perempuan? Mungkin bisa tambah stow, karena banyak perempuan2 Minahasa juga yang berkarya dalam pembangunan. Salam baku baku bae.

  13. Bukan karena “kebal” yang jadi ukuran “TONAAS WANGKO” skarang, tapi “Intelektual” hingga ke 11 Jendral itu punya prestasi sampe tembus pangkat “Jendral”. Mereka adalah Tonaas di masing-masing bidang pekerjaannya.

  14. Selamat buat yg menerima gelar,
    Mereka para Jenderal saja menghormati proses pemberian itu, tanda bahwa mereka mencintai Minahasa.

  15. kalu menurut adat minahasa.sesorang kalu diberaikan tonaas wangko umbanua itu harus menjalani prosesi ritual
    contoh badiri di atas sosiru kong tebas dgn peda/samurai mar musti isi akang dulu ..toch
    atau bage dgn tawaang ini satu contoh prosesi pemberian gelar tonaas wangko
    contoh aja :dulu waktu ibu syenny watulangow dia angkat tonaas wangko tombulu menjalani hal yg sama yaitu ika akang dgn kaeng merah baru di tes dgn samurai waktu yg ba test richard mangundap panglima bm tomohon pakasaan tombulu ..dan setelah di tebas tidak terjadi apa apa ..bgtlah sedikit prosesi pemberian gelar tonaas wangko umbanua

    nah ..kalu para jendral ini diberikan gelar tonaas wangko umbanua dan tidak nda ada proses seperti di atas…lebe bae bajaoh joo …heheheheh yaa kalu cuma kase gelar secarah lisan bagitu …nda ada bukti drg drg itu tonaas wangko

    salam
    alex milisi waraney
    tomohon

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara