Pemprov Sulut

Yulius Selvanus: Persahabatan di Remaja GMIM Bisa Membuka Jalan Menjadi Pemimpin Masa Depan

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyampaikan pentingnya membangun persahabatan dan networking kepada peserta Pekan Seni Remaja Sinode GMIM 2026 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengajak peserta Pekan Seni Remaja Sinode GMIM 2026 membangun persahabatan dan networking sejak usia muda sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.

Penulis: Tim Redaksi

MANADO, BeritaManado.com — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengajak remaja GMIM untuk tidak hanya mengejar prestasi selama mengikuti Pekan Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026, tetapi juga membangun persahabatan yang kelak dapat menjadi modal berharga dalam kehidupan dan kepemimpinan.

Pesan itu disampaikan Yulius saat membuka Pekan Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026 di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, banyak orang belum menyadari bahwa hubungan yang terjalin sejak usia remaja dapat membuka peluang besar pada masa depan, baik dalam dunia kerja, pemerintahan maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Hari ini kalian berteman, 10 sampai 20 tahun yang akan datang kalian akan bertemu kembali dengan mereka. Networking ini yang harus dijaga dan dipelihara,” kata Yulius.

Untuk menggambarkan pentingnya menjaga relasi, Yulius membagikan pengalaman pribadinya.

Ia bercerita masih menjalin persahabatan dengan teman semasa SMP yang kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Pertemuan kembali setelah puluhan tahun itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa hubungan yang dibangun sejak usia muda dapat memberikan manfaat besar ketika masing-masing telah mengemban tanggung jawab di bidangnya.

“Teman satu kelas saya waktu SMP sekarang menjadi Wakil Menteri Bappenas. Satu gubernur, satu wakil menteri. Itu pertemuan yang tidak pernah kami duga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, hubungan baik yang terpelihara selama bertahun-tahun menjadi kekuatan untuk saling mendukung dalam membangun daerah.

Karena itu, Yulius mengingatkan para remaja agar tidak menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan peserta dari berbagai jemaat selama PSR berlangsung.

Menurutnya, setiap perkenalan dan persahabatan yang lahir dalam kegiatan gereja dapat menjadi investasi sosial yang bernilai bagi masa depan.

“Networking, persahabatan, pertemanan, itu harus kalian jaga. Rawat acara yang sangat berharga ini karena kalian tidak akan mengulang usia remaja lagi,” ujarnya.

Selain membangun jejaring, Yulius juga mengajak para peserta memanfaatkan masa remaja untuk mengembangkan karakter, memperkaya pengalaman, dan meningkatkan kemampuan diri.

Ia menilai pengalaman yang diperoleh melalui organisasi gereja akan menjadi bekal penting ketika generasi muda memasuki dunia kerja maupun dipercaya memimpin masyarakat.

Menurut Yulius, kaderisasi yang dilakukan GMIM melalui kegiatan seperti PSR telah terbukti melahirkan generasi yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional.

Karena itu, ia optimistis remaja GMIM memiliki peluang besar menjadi pemimpin Sulawesi Utara bahkan Indonesia pada masa mendatang.

“Kalian bisa menjadi pemimpin-pemimpin di daerah, bahkan pemimpin di tingkat nasional. Saya yakin dengan kaderisasi yang dilakukan GMIM,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Yulius mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti PSR dengan sungguh-sungguh, membangun persahabatan yang tulus, serta menjadikan pengalaman selama kegiatan sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

“Ambil hikmah dari semua kegiatan ini. Tinggalkan kesan yang menjadi bekal hidupmu ke depan.”