Pemprov Sulut

Gubernur Yulius Selvanus Cerita Masa Remaja: Main Band, Kulintang hingga Guru Sekolah Minggu

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus membagikan kisah masa remajanya saat membuka Pekan Seni Remaja Sinode GMIM 2026 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus membagikan pengalaman masa mudanya yang aktif bermain band, memainkan kulintang, melatih paduan suara, dan menjadi guru Sekolah Minggu saat membuka Pekan Seni Remaja Sinode GMIM 2026 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (28/7/2026) malam.

Penulis: Tim Redaksi

MANADO, BeritaManado.com — Di balik kesibukannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus ternyata menyimpan kisah masa muda yang penuh aktivitas, mulai dari bermain band, memainkan alat musik kulintang, melatih paduan suara, hingga menjadi guru Sekolah Minggu.

Pengalaman itu ia bagikan di hadapan ribuan peserta Pekan Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026 saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Di hadapan para remaja GMIM, Yulius mengaku dirinya pernah berada di posisi yang sama.

Karena itu, ia mengajak generasi muda memanfaatkan masa remaja untuk mengembangkan bakat, memperkaya pengalaman, sekaligus membangun karakter.

“Saya juga pernah remaja seperti kamu. Saya pernah bergiat juga seperti kamu dan tidak kalah sama kalian,” ujar Yulius disambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, masa remaja merupakan waktu terbaik untuk mengisi diri dengan berbagai kemampuan yang kelak menjadi bekal menghadapi masa depan.

Ia bercerita, sejak usia remaja dirinya aktif mengikuti berbagai kegiatan seni dan pelayanan gereja.

Selain melatih paduan suara, ia juga bermain band, memainkan alat musik kulintang, bahkan aktif dalam organisasi remaja dan pemuda gereja.

“Di usiamu saya bisa melatih paduan suara. Di usiamu saya pernah main band. Di usiamu saya pernah main kulintang. Saya isi diri saya untuk masa depan saya dengan semua kemampuan, tetapi tidak pernah jauh dari organisasi remaja gereja,” katanya.

Komitmen itu, lanjut Yulius, tidak berhenti ketika ia beranjak dewasa.

Bahkan setelah menjadi anggota TNI hingga dipercaya memimpin Sulawesi Utara sebagai gubernur, ia mengaku tetap aktif melayani di gereja.

“Sampai jadi gubernur pun saya masih jadi dirigen di gereja. Tidak pernah lepas kita dengan Tuhan Yesus,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Yulius juga mengungkapkan pernah menjadi guru Sekolah Minggu sejak masih muda.

Baginya, pelayanan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Ketika kemudian berkarier di dunia militer, ia mengaku tetap mempertahankan keterlibatannya dalam pelayanan.

“Saya pernah jadi guru Sekolah Minggu. Masuk Akabri pun saya tetap mengajar Sekolah Minggu. Itu ikatan batin yang tidak pernah terlepaskan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Yulius menegaskan bahwa seluruh pengalaman yang ia jalani semasa muda menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup hingga mencapai posisi saat ini.

Karena itu, ia mendorong para remaja GMIM untuk tidak menyia-nyiakan masa muda.

Menurutnya, kemampuan tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai sejak usia remaja.

“Di usiamu saya isi semua kemampuan saya untuk bekal hidup ke depan,” katanya.

Selain aktif di bidang seni dan pelayanan gereja, Yulius juga mengaku mengembangkan berbagai kemampuan lain seperti olahraga panahan, menembak, berenang, menyelam, tenis, tenis meja hingga bermain catur.

Ia menilai semakin banyak pengalaman positif yang dimiliki seseorang sejak muda, semakin besar pula bekal yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja maupun memimpin di masa depan.

Karena itu, ia mengajak peserta PSR GMIM untuk terus belajar, berkarya, dan aktif dalam organisasi gereja tanpa meninggalkan nilai-nilai iman.

“Bakat boleh banyak, prestasi boleh tinggi, tetapi semuanya harus tetap berakar pada iman kepada Tuhan,” pesannya.

Yulius berharap kegiatan PSR GMIM tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, kreatif, serta siap menjadi pemimpin Sulawesi Utara dan Indonesia pada masa mendatang.