
MANADO – Informasi terakhir dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Sulut di Hotel Sintesa Peninsula, penonaktifan Dirut Jeffry Wurangian telah dicabut. Meski demikian kepada wartawan Wurangian mengatakan telah resmi mengajukan pengunduran diri sampai tanggal 23 Desember 2011.
“Namun keputusan akhir akan ditentukan sebentar apakah diterima atau tidak,” tukasnya. Diketahui masa jabatan JW, panggilan akrabnya baru akan berakhir pada bulan Februari 2012 mendatang.
Informasi lain yang diterima wartawan, tiga komisaris Bank Sulut, masing-masing Robby Mamuaja, Arsjad Daud dan Joutje Rumondor juga telah mengundurkan diri. (inka)

Secara pribadi, saya mendukung Wurangian untuk terus memimpin Bank Sulut. Melihat kemajuan yang telah dicapai Bank Sulut dibawah kepemimpinannya yang telah membawa Bank Sulut “setara” dgn BPD-BPD lain di Indonesia adalah sangat membanggakan. Bagaimana para pemegang saham???
sayangnya dalam RUPS-LB, dirut mengundurkan diri hingga akhir Desember 2011, apakah itu merupakan “deal” dgn pemegang saham pengendali? jika ya berarti pengaktifan kembali dirut, hanya topeng untuk mengendalikan situasi agar kondusif. sayang seribu sayang…..
mereka2 yang mengundurkan diri pun belum ada kepastian diterima atw tidak masih menunggu keputusan dari “seseorang”, why??? mengapa RUPS tidak memiliki kekuatan memutuskan padahal RUPS merupakan kekuasaan tertinggi. Sekali lagi… sayang seribu sayang……
Ganti nama jo: ROBBY MALU-La yaaa… Hahahahaha…
So ilang muka tu komisaris2, ba paksa skali kwa kase non-aktif tanpa RUPS, pdhl kan blm pernah BS semaju ini selama ini. Tu salah satu komisaris yg ba calon Pilkada pe kira sto tu BS msh boleh beking jadi ATM pejabat rupa dulu2.
Hasil RUPS BS telah diputuskan oleh Pemegang Saham bahwa Jeffry Wurangian terpilih kembali menjadi Direktur Utama Bank Sulut sampai Feb 2011, maju terus Pak, kemenangan telah muncul dipermukaan.. GBU