Di awal kesaksiannya, Maya Rumantir mengawalinya saat dirinya bersama suami tercinta saat ini Takala Hutasoit, dimana dulunya saat awal mulanya menjalin hubungan yang lebih serius sama sekali tidak terhalang oleh perbedaan agama.
“Perbedaan ini tidak menghalangi kami untuk berkomitmen membangun bahtera hidup keluarga. Saya ingin yang dikedepankan adalah nilai-nilai yang diajarkan bukan apa agama saya dan apa agama suami saya. Kami belajar terus bagaimana saling menghargai, memaafkan, menerima satu sama lain dan masih banyak lagi,” ujar Maya Rumantir.
Maya Rumantir juga menambahkan bahwa sejatinya seorang manusia harus menunjukkan rasa cinta kepada Tuhan melalui sikap hormat kepada sesama.
Pada kesempatan tersebut, Maya Rumantir juga mengutarakan bahwa sebagai bentuk ucapan syukur dan penghargaannya, dirinya akan berkunjung ke semua daerah seperti Sangihe, Talaud, Bolmong, Minahasa dan daerah lainnya untuk memberikan piagam penghargaan kepada para relawan yang sudah mendukungnya saat Pemilu 14 Februari 2024 lalu.
“Terima kasih untuk semua orang yang dengan setiap mendampingi saya selama kurang lebih 35 tahun ini. Terima kasih juga buat keluarga dan kerabat dekat yang selalu memberikan dukungan. Secara khusus terima kasih kepada Pangdam XIII Merdeka Mayjen Candra Wijaya yang sudah meluangkan waktu datang ke acara ini,” kata Maya Rumantir.

Mayjen TNI Candra Wijaya
Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Candra Wijaya juga dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Keluarga Hutasoit Rumantir atas hari ulang tahun, HUT pernikahan dan 35 tahun pengabdian Ibu Maya Rumantir.
“Terima kasih untuk semua cerita yang menginspirasi sejak pertemuan di Markas Kodam XIII Merdeka dan di acara saat ini. Semua pengalaman yang disampaikan tentu menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata Mayjen Candra Wijaya.
Lebih lanjut ditambahkan Pangdam, bahwa ada hal-hal penting yang harus diperhatikan masyarakat Sulut, bahwa dalam beberapa bulan kedepan akan menghadapi pesta demorkasi Pemilihan Kepala Daerah serentak tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Sehubungan dengan hal ini, kita harus mengedepankan misi perdamaian. Berbeda pilihan dan warna politik itu pasti. Namun yang tidak boleh adalah jangan hanya karena perbedaan itu kita berkelahi yang ujung-ujungnya yang dirugikan yaitu rakyat sendiri. Jadi marilah kita jaga lingkungan kita agar tetap kondusif,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Wahyono, tokoh agama Sulut, tamu undangan serta para relawan Maya Rumantir.
(Frangki Wullur)
