
Manado – Kejadian yang tidak sewajarnya terjadi saat Komisi A DPRD Kota Manado melakukan pembahasan LKPJ dengan Camat Bunaken Welliam Wongkar.
Ditengah berlangsungnya pembahasan, Camat dihujani berbagai pertanyaan oleh para anggota Komisi A, terkait realisasi program pada tahun 2015 lalu.
Menariknya, bukannya menjawab pertanyaan para legislator terkait realisasi kegiatan dan bukti secara tertulis atau data pelaksanaan program di tahun 2015 yang disampaikan, malah camat melontarkan pernyataan sekaligus nada yang tidak beretika kepada para wakil rakyat Kota Manado tersebut.
“Lebe bae kita nyanda datang,” kata Wongkar dengan nada tinggi dan memancing reaksi para anggota dewan yang ada di ruangan tersebut.
Menanggapi pernyataan Wongkar, sekretaris Komisi A, Hengky Kawalo dan beberapa personil dewan lainnya pun berang.
“Seharusnya Camat menjawab pertanyaan rekan anggota dewan. Bukannya dengan suara tinggi kemudian mengeluarkan kalimat seperti itu. Kami ini penyelenggara pemerintahan bersama eksekutif. Kenapa tidak dihargai seperti ini?,” ungkap Kawalo.
Mendengar penyampaian Kawalo, Wongkar pun memohon maaf akan sikapnya tersebut, sembari menyampaikan alasan mengapa dirinya bersikap demikian.
“Secara pribadi, saya meminta maaf. Saya seharian mengikuti Rakorev. Keluar dari ruangan saja tidak bisa,” ungkap Wongkar dan berkali-kali menyatakan bahwa dirinya saat ini lelah.
Mendengar apa yang menjadi keluhan Wongkar, pertemuan kemudian ditutup, dengan catatan bahwa Wongkar harus memasukan laporan realisasi program tahun 2015 karena saat pembahasan Wongkar tidak membawa data yang diminta.
Entah sadar atau sengaja, saat Wongkar bersalaman dengan para anggota dewan, ia menyodorkan sebuah amplop berwarnah putih yang isinya uang lebaran pecahan 50.000 berjumlah 1 juta rupiah diletakkan di meja dimana ketua komisi Royke Anter dan Kawalo duduk.
Melihat amplop tersebut, Anter dan Kawalo bersama para anggota komisi lainnya langsung bergegas meninggalkan ruangan, disaat Wongkar berjabat tangan dengan sejumlah wartawan.
“Ini sebuah pelecehan terhadap lembaga dewan. Sudah mengeluarkan kalimat yang tidak beretika sebagai ASN, kemudian mencoba menyogok kami. Perilaku dan tindakan Camat ini kami tidak terima. Kami akan menyampaikan hal ini kepada Walikota saat paripurna nanti,” ujar Arthur Paath yang hadir dalam pembahasan tersebut dan turut dibenarkan Kawalo. (leriandokambey)

Beliau (Wongkar) mungkin sudah terbiasa, bertemu dengan anggota DPRD mungkin memang sebelumnya sudah tradisi harus wajib membawa amplop2. Hanya saja wartawan kebetulan baru kali ini melihat kejadian didepan mata sehingga anggota komisi A jadi sedikit “ilang slak” hehe…
Ganti camatnya
Nilainya kecil kaliii…..`n ada wartawan lihat. coba kalau nilainya besar `n tidak dilihat wartawan……..mana ke te heeeeee…