Amurang – Demam Berdarah Dengue alias DBD berasal dari gigitan nyamuk Aides Aegepty telah menjalar di sejumlah desa Minahasa Selatan (Minsel).
Betapa tidak, diawal tahun tepatnya 2016 atau bulan Januari ini terdapat 8 penderita DBD yang teridentifikasi di RS Kalooran Amurang. Hal ini dibenarkan pihak RS Kalooran Amurang, melalui Wakil Derektur dr Ester Tumuyu.
“Memang ada 8 penderita teridentifikasi DBD. Bahkan pasien DBD ini tersebar di beberapa kecamatan. Jadi memang perlu diwaspadai dan lebih peduli terhadap penyebaranya,” ujar Tumuju, belum lama ini.
Sayangnya setalah hal ini dicocockan di Dinas Kesehatan Minsel, ternyata data kasus DBD berbeda dengan data penderita di RS Kalooran.
Seharusnya Dinas Kesehatan Minsel selain mengontrol lewat Puskes yang ada, juga harus kerja sama dengan Rumah Sakit yang ada karena hal ini sangat penting mengingat serangan DBD ini sangat cepat membawa kematian bagi orang yang kena dengan gigitan dari Nyamuk AidesAegepty.
Banyak kalangan berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) Minsel melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Minsel lebih pro aktif mendata kasus DBD bukan saja menerima laporan dari puskesmas melainkan mengecek langsung di rumah sakit yang ada di Minsel.
Berikut baik gejala maupun positif kasus DBD yakni di Desa Tewasen, Desa Wanga, Desa Tondey, Desa Kapitu, Tenga, Desa Kilometer Tiga dan Kelurahan Buyungon. (sanlylendongan)
