
Minut, BeritaManado.com — Warga Desa Tontalete, Kecamatan Kema, yang memiliki ternak masih was-was.
Mereka takut memberikan minum ternak sapi dari aliran sungai karena khawatir tercemar limbah dari PT Kether Coco Bio.
Ketakutan warga ini beralasan.
Sebab selain warna air dalam drainase terdapat sedimen putih, bau busuk dan menyengat sering kali tercium.
“Terpaksa masyarakat yang punya sapi harus ambil air lebih jauh untuk beri minum ternak. Mereka takut kalau terjadi apa-apa dengan ternaknya,” ujar Sekretaris Desa Tontalete, Ningsi Djapara, Jumat (8/8/2025).
Keluhan dari warga Tontalete ini, lanjut Ningsih, sudah mendapat atensi dari pemerintah desa.
Petugas Puskesmas Kema telah meninjau di beberapa titik yang diduga tercemar limbah perusahaan.
Hanya, kata Ningsih, untuk memastikan air aman atau tidak, pihak puskesmas menyarankan dilakukan uji lab.
“Nah uji lab ini membutuhkan biaya lagi. Kami akan coba koordinasi dengan perusahaan, mungkin bisa membantu dalam anggarannya,” kata Ningsih.
Usulan uji lab tersebut, kemudian disampaikan Ningsih ke perwakilan perusahaan yang hadir pada pertemuan di Kantor Desa Tontalete, Jumat.

Namun, Pengembangan Sumber Daya Manusia PT Kether Coco Bio, Deiby Manembu, belum mengiyakan.
Deiby bilang, untuk biaya uji lab harus dikoordinasikan lagi ke divisi berwenang.
“Saya belum bisa ambil keputusan. Tapi nanti akan disampaikan ke pimpinan,” kata Deiby.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut, Marthen Sumampouw, mengaku sudah berkoordinasi dengan provinsi untuk menjawab keluhan warga Tontalete.
Meskipun sudah datang langsung ke lokasi perusahaan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan sampel air (PH), Marthen menegaskan langsung menghubungi DLH Provinsi Sulut agar dilakukan pemeriksaan lanjutan.
“Karena itu kewenangan provinsi. Izin dari sana. Saya sudah sampaikan dan mereka akan segera turun,” tandas Marthen.
(Alfrits Semen)
