Berita Utama

Warga Temukan Cairan Infus Kadaluarsa, Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna Minta Maaf


Sangihe, BeritaManado.com — Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe dibuat gempar atas postingan salah seorang pengguna Media Sosial (Medsos) ‘Facebook’ (FB) Sabtu (18/1/2020).

Seorang wanita dengan akun FB pribadinya bernama Ivanna Taunaumang menulis di akunnya bahwa stok cairan infus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna sudah kadaluarsa (expired).

Kejadian ini berawal ketika Taunaumang sedang menjaga salah satu keluarganya yang sedang sakit di ruangan Crysant.

Dirinya mendengar keluarga pasien di ranjang sebelah yang mengeluh karena cairan infus pengganti yang diberikan perawat ternyata sudah kadaluarsa.

“Mendengar cerita dari keluarga pasien di ranjang sebelah, sontak saya kaget dan langsung memeriksa stok cairan infus yang ada di laci meja,” tulis Taunaumang.

Waktu memeriksanya di laci meja, Taunaumang mendapati 1 botol cairan infus kadaluarsa yang masa berlakunya sampai bulan Oktober 2019.

“Segera saya langsung menghadap perawat jaga, dan memintanya untuk mengganti cairan infus yang dimaksud dengan yang lain, dan dengan sigap perawat jaga langsung melapor ke tempat pengambilan obat dan mengganti cairan infus tersebut dengan yang baru karena tidak ingin hal itu menjadi masalah,” sambungnya.

Taunaumang menegaskan postingannya tersebut bukanlah untuk menyalahkan pihak RSUD Liun Kendage.

Menurutnya dengan postingan tersebut pihak RSUD bisa segera mengevaluasi dan melakukan pengecekan stok dan kondisi obat-obatan agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

Sementara itu, Direktur RSUD Liun Kendage, dr Handry Pasandaran, menanggapi postingan terkait langsung membuat postingan klarifikasi di akun FB pribadinya.

Pasandaran menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan tersebut dan dengan senang hati akan menerima dan merespon setiap keluhan, masukan dan saran dari seluruh masyarakat agar RSUD Liun Kendage menjadi lebih baik lagi kedepan.

Pasandaran mengakui bahwa pada tanggal 17 Januari 2020 kemarin telah terjadi ‘Near Missed’ atau kejadian nyaris cedera akibat kealpaan dan ketidaksengajaan petugas dalam pemberian cairan infus yang telah kadaluarsa ke pasien sebagaimana dimaksud dalam postingan tersebut.

“Kejadian tersebut langsung direspon dengan cepat oleh staf kami baik di ruang perawatan Crysant dan petugas apotik, dan cairan infus kadaluarsa tersebut belum sempat diberikan ke pasien dan telah ditarik kembali serta langsung diganti dengan cairan infus yang baru dan sesuai standar,” tulis Pasandaran di akunnya.

Tulisnya lagi, pihak RSUD telah melakukan penulusuran dan evaluasi serta siap melakukan berbagai perbaikan untuk mencegah agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini
“Kami atas nama seluruh jajaran RSUD Liun Kendage menyampaikan terima kasih atas penyampaian keluhan dan respon yang positif ini demi perbaikan layanan kesehatan di RSUD Liun Kendage dan kami akui dengan jujur bahwa masih banyak sekali hal yang perlu diperbaiki untuk perbaikan mutu layanan kami di Rumah Sakit ini,” sambungnya.

(Erick Sahabat)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara