
Kondisi Jalan Nasional Pinasungkulan-Rinondoran Ambruk Total.
Peliput: Syarif Umar l Bitung
Jalan penghubung Kelurahan Pinasungkulan dan Rinondoran yang merupakan bagian dari jaringan jalan nasional akhirnya ambruk dan putus total pada Minggu (07/06/2026) sekitar pukul 13.18 WITA.
Kerusakan yang sebelumnya diawali retakan pada badan jalan sejak bulan lalu kini mencapai titik terparah. Ruas jalan yang menjadi akses penting masyarakat itu tidak lagi dapat dilalui, bahkan oleh pejalan kaki.
Peristiwa tersebut terjadi setelah badan jalan menunjukkan retakan sejak beberapa pekan terakhir. Kerusakan yang terus membesar akhirnya berujung pada ambruknya seluruh bagian jalan di titik yang mengalami pergeseran tanah.
Camat Ranowulu Fransisca Cornelia Joice Komaling saat dikonfirmasi BeritaManado melalui sambungan WhatsApp membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, tadi kami mendapat informasi bahwa jalan tersebut sudah putus total. Saya sudah menghubungi Lurah untuk segera turun mengecek kondisi di lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Pinasungkulan, Steven Jouce Moningka, mengatakan dirinya menerima sejumlah video dari warga yang memperlihatkan kondisi jalan yang telah ambruk sepenuhnya.
“Iya, saya mendapat kiriman video-video dari warga bahwa jalan di ujung Pinasungkulan sudah putus total,” katanya.
Mengenai dugaan sebagian warga yang mengaitkan ambruknya jalan dengan aktivitas blasting atau peledakan yang sering terjadi di sekitar wilayah tersebut, Moningka menilai hal itu masih perlu dikaji lebih lanjut.
“Memang aktivitas blasting ada di wilayah sekitar jalan itu, tetapi lokasinya cukup jauh. Selain itu, belakangan ini curah hujan juga cukup tinggi, sehingga kemungkinan penyebabnya bisa beragam,” jelasnya.
Terkait penanganan kerusakan, Moningka mengungkapkan bahwa pihak Balai Jalan telah menunjukkan keseriusan untuk melakukan perbaikan. Bahkan, Balai Jalan disebut sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Kota Bitung terkait rencana penanganan ruas jalan tersebut.
Aparat gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Bitung bersama TNI Kodim 1310/Bitung turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan hingga terputus di wilayah perbatasan Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena jalan tersebut merupakan salah satu jalur penting yang menunjang aktivitas ekonomi warga sekaligus menjadi akses strategis menuju kawasan pariwisata super prioritas Likupang di Kabupaten Minahasa Utara.
Pemerhati masyarakat, Hendrik Lule, mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami mengharapkan perhatian pemerintah agar segera membangun kembali jalan yang telah putus ini. Jalan ini merupakan bagian dari jaringan jalan nasional dan berfungsi sebagai akses vital yang menghubungkan Kota Bitung dengan kawasan pariwisata Likupang,” tegasnya.
Masyarakat kini berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat bergerak cepat mencari solusi darurat sekaligus mempercepat pembangunan kembali ruas jalan yang putus, mengingat perannya yang sangat penting bagi mobilitas warga, distribusi barang, serta konektivitas sektor pariwisata di Sulawesi Utara.
