
Manado, BeritaManado.com — Tim Kesenian SMP Negeri 3 Manado kembali membanggakan Manado dan Sulawesi Utara pada perhelatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2021.
Musik tradisional Tim Kesenian SMP Negeri 3 Manado berhasil meraih medali emas (penyaji terbaik) tingkat nasional dengan membawakan garapan musik yang diangkat dari cerita rakyat Sangihe “Bekeng Isire Tellu Wawahani Su Dagho” atau kisah tiga orang kulano/pemberani dari Dagho.
Medali ini merupakan satu-satunya medali yang diraih oleh Sulawesi Utara dalam FLS2N 2021 sekaligus menjadikan Tim Kesenian SMP Negeri 3 Manado sebagai satu-satunya penyumbang medali emas bagi provinsi Nyiur Melambai selama FLS2N berlangsung.
Pengumuman dilaksanakan secara virtual lewat zoom meeting pada Sabtu (4/9/2021) dan dibuka langsung oleh Mendikbud RI Nadiem Makarim.
FLS2N diketahui merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.
Tahapan seleksinya dimulai dari tingkat kecamatan, kota hingga provinsi, lalu pemenang ditingkat provinsi berhak mewakili provinsi masing-masing di tingkat nasional.
Biasanya, final FLS2N yang digelar untuk tingkat nasional dilaksanakan di provinsi berbeda tiap tahunnya.
Namun, karena pandemi Covid-19 yang belum juga usai, maka pelaksanaannya menjadi virtual, di mana penampilan para peserta direkam dan video aslinya dikirim ke panitia pelaksana untuk dinilai.
Tim Kesenian SMP Negeri 3 Manado memang bukanlah pendatang baru di FLS2N karena sejak tahun 2004-2005 hingga kini, tim kesenian ini hampir tiap tahun menjadi perwakilan Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara hingga ke tingkat nasional.
Prestasi membanggakan pun selalu berhasil dicetak oleh tim ini lewat berbagai kategori lomba yaitu musik tradisional, tari tradisi dan vocal group, mulai dari selalu menjadi top 10, penyaji terbaik, hingga aranger terbaik.
Setiap tahun pula, musik tradisi Tim Kesenian SMP N 3 Manado mengangkat cerita rakyat Sulawesi Utara untuk dipentaskan lewat musik yang secara tidak langsung telah turut melestarikan serta mempromosikan seni budaya daerah.
Pada penampilan mereka untuk FLS2N 2021 ini, alat musik yang dimainkan yaitu Kolintang kayu (4 buah), Kolintang logam (1 buah), Kolintang bambu (1 buah), Gong datar (2 buah), Tagonggong (1 buah), Tambur (1 buah), Suling (3 buah), Linas untuk suara air dan ombak (1 buah) dan Tetengkoreng (7 buah), semua hanya dimainkan oleh 5 orang.
Selain bermacam alat musik ada juga tambahan vokal berupa solo dan grup oleh para 5 pemain musik.

Medali emas yang berhasil diraih oleh musik tradisional Tim kesenian SMP Negeri 3 Manado ini pun merupakan hasil kerja keras dalam melewati badai.
Badai yang dimaksud yaitu banyaknya tantangan yang harus dilewati demi bisa mengikuti FLS2N 2021.
Tim BeritaManado.com sendiri telah beberapa kali mendapat kesempatan untuk meliput langsung jalannya latihan tim kesenian sebagai persiapan untuk mengikuti lomba.
Pelatih tim musik tradisional Delfison Pertama pun mengungkapkan, tim ini hampir saja tidak jadi mengikuti lomba karena banyaknya kekurangan yang harus dihadapi terutama pada hal sarana prasarana.
Namun, tim kerja berhasil mengumpulkan semangat untuk kembali berjuang dan mengikuti lomba.
