
Bitung, BeritaManado.com – Pengguna jalan Sam Ratulangi dikejutkan sosok pria bersimbah darah terlentang tak bernyawa, Kamis (06/05/2021) dini hari.
Sosok pria yang diidentifikasi bernama Fransiskus Saleleng (24) warga Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir tergeletak di depan Kantor Wali Kota Bitung dengan luka tikaman di dada kiri.
Dari informasi, pembunuhan terhadap Fransiskus diduga terjadi sekitar pukul 01.30 Wita di Kompleks Kusu-kusu Kelurahan Bitung Barat Satu Kecamatan Maesa dan pelakunya diduga seorang remaja berinisial KP (17) warga Kecamatan Maesa.
Pembunuhan Fransiskus diduga hanya dipicu masalah sepele, yakni dia dan temannya bernama Denny terlibat adu mulut saat berpapasan dengan KP yang juga bersama temannya dengan sepeda motor di ruas jalan dekat sekolah Don Bosco.
Adu mulut itu jadi panjang karena kedua kubu sudah dalam pengaruh Miras, Fransiskus dan Denny baru usai mengonsumsi Cap Tikus di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga, sementara KP dan teman-temannya juga miras di Kompleks Kusu-kusu.
Adu mulut sempat berhenti setelah diredam Denny setelah berhasil membujuk Fransiskus untuk tidak memperpanjang masalah.
Namun itu hanya sesaat, karena Fransiskus melihat ada kenalannya di antara rombongan KP saat diajak Denny untuk pulang. Fransiskus malah bergabung dan ikut miras.
Karena sudah dipengaruhi miras, Farnsiskus malah memicu masalah baru dan kembali terlibat cekcok dengan orang-orang yang ada di situ bahkan lebih tidak terkontrol.
Fransiskus sempat mencabut pisau dan menikam seorang teman KP bernama Muh Cikal Djama.
Melihat aksi Fransiskus tidak terkontrol dan sempat menikam rekannya, KP spontan mengambil pisau dapur serta menikam korban di dada sebelah kanan.
Kejadian dan kronologi itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Frelly Sumampow.
Menurutnya, usai ditikam korban tidak meninggal di lokasi kejadian tapi di depan Kantor Wali Kota.
“Korban tidak meninggal di tempat. Setelah kena tikaman dia masih dibonceng temannya menuju ke arah pusat kota. Tapi tepat di depan Kantor Wali Kota dia merasa pusing dan akhirnya meninggal di situ,” kata Frelly.
Denny yang membonceng Fransiskus kata Frelly langsung takut dan meninggalkan korban untuk mencari bantuan sekaligus melapor ke kantor polisi. Namun sayang, tak berapa lama kemudian Fransiskus sudah meregang nyawa.
Polisi langsung bergerak usai mendapati kejadian itu. Selain mengevakuasi korban, pencarian terhadap pelaku langsung dilakukan. Hasilnya, tak sampai 12 jam setelah peristiwa itu KP sudah tertangkap. Remaja tersebut ditangkap di wilayah Tondano Kabupaten Minahasa.
“Kami keroyokan mencari jejak pelaku. Tim Resmob dan Tim Tarsius kami kerahkan. Selain itu ada juga back-up dari Polda Sulut yang mengirimkan tim IT mereka. Makanya cuma 12 jam setelah kejadian kasus ini sudah terungkap,” katanya.
(abinenobm)
