Berita Utama

Unsur Kemanusiaan Rumah Sakit Prof Kandou Dipertanyakan Wagub

Unsur Kemanusiaan Rumah Sakit Prof Kandou Dipertanyakan Wagub
Salah-satu ruang perawatan di RSUP Kandou (foto beritamanado)

MANADO – Terkait penolakan pihak Rumah Sakit Prof. Kandou Manado terhadap pasian yang masih bayi dari keluarga Mangandil-Takapipi asal Tahuna, langsung mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil.

Ia mengatakan, seharusnya kalau peristiwanya seperti itu pihak rumah sakit tidak boleh menolak. “Rumah sakit kan melayani yang sakit dan perlu penanganan yang cepat. Apalagi yang paling penting itu masyarakat yang kurang mampu jangan mereka (pihak rumah sakit) hanya melayani orang yang ada duit. Dimana unsur kemanusiaannya yang menjadi tugas dari rumah sakit itu. Kasihankan sudah perlu pengobatan tapi ditolak,” ujar Kansil.

Kansil menambahkan, nantinya ia akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. “Nanti saya akan langsung menghubungi pihak rumah sakit melalui direkturnya serta dinas kesehatan,” tambahnya.

Kansil mengharapkan nantinya pihak rumah sakit lebih mendahulukan pelayanan terhadap pasien yang sangat membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan yang mendesak, masalah biaya adalah urusan berikutnya, “mungkin mereka berpikir biayanya. Biayanya belakangan biayanya kan bisa dicari, pasti mereka akan membayar itu.”

Kansil juga mempertanyakan pelayanan Jamkesmas dan Jamkesda kepada masyarakat miskin. “Yang miskinkan ada jamkesmas, jamkesda untuk apa itu. Tugas mereka (pihak rumah sakit) adalah pelayanan. Pelayanan mereka itu perlu diperbaiki supaya tidak mengecewakan. Ini kan namanya menyalahi pelayanan publik. Ada unsur apa mereka ditolak ada apa mereka menolak. Saya mengharapkan rumah sakit membuka hati dan mata atau mata hati untuk melihat orang yang memerlukan bantuan,” pungkas mantan kadis diknas ini. (jrp)

12 tanggapan untuk “Unsur Kemanusiaan Rumah Sakit Prof Kandou Dipertanyakan Wagub”

  1. Maaf Icad, saya mengajak kita mau lebih mengerti tentang profesi petugas kesehatan.sudah tidak tidur semalam krn tugas jaga, dan paginya dapat veto lagi dari pasien yang aneh2 permintaannya pasti jadi nda sabaran, bung. apalagi ini RS umum, bukan swasta yg pasiennya sedikit, RS umum pasiennya banyak dari segala golongan, semua minta dilayani duluan, ada lagi alasan nda punya uang (ada juga yg pura2), dana Gakin susah skali ditagih pihak RSU, kalo pejabat pasti minta pelayanan terbaik dan ini dialami setiap hari, kita maklum kalo muka mereka jadi tebal, dan suka cepat nae darah, solusinya misalnya petugas ditambah, ada reward buat yg berprestasi, jadi harus ada perhatian dari Pemerintah. Lebih bijak kalo kita melihat dari 2 sisi :pasien dan pihak RSU

  2. ngoni nyanda usah kawatir kwa deng emosi tinggi, tentang orang miskin kong mo ba obat kong rumah sakit user! nyanda mo mati dorang…. talanggar tako lei! kalau ngoni nyanda percaya…coba cek pa dia kalau masih hidop atau so mati! masih hidop kwa! orang miskin itu kabal2 sakit….lei kena tiop2 belum nyanada mati!

  3. Brand name atau obat bermerek memang mahal yang memang terka
    dang dijaga oleh negri pabrik pembuat supaya keuntungannya cepat
    kembali menutupi biaya risert mereka dan cepat bisa menciptakan ogat
    yang lain. Sesudah itu semua pabrik obat boleh copy menjadi obat generik
    yang murah Kecuali obat yang sangat mendesak diperlukan bisa langsung
    di copy dengan dukungan WHO dan subsidi negri pembuat misalnya obat
    HIV/AID yang sangat mendesak sekali dibutuhkan di Afrika’
    Jadi bukan berarti obat generik yang murah itu kurang manjur
    Jangan lah terlalu menyalahkan Rumah Sakit Prof Kandou yang mungkin
    juga terbentur dana. Tapi tolong mereka yang tidak mampu dilayani sebaik
    mungkin. Kan pak Wagub sudah berjanji untuk solusi ini. Siapa tahu dana
    untuk rumah sakit lebih diperhatikan dan disiplin kerja ditingkatkan.
    Masalah ini sangat sensitif yang terkadang berkaitan langsung dengan nya
    wa manusia.

  4. @icad: bijak sekali komen anda. betul itu, tiap profesi, pekerjaan ada tantangan masing2. tiap2 orang musti cerdas utk menangani itu semua. sedangkan di hadapan pak wagub pasti juga ada tumpukan kerja yang antri dan hrs dikerjakan.

  5. adu eh… ini orang bijak ternyata kurang Bijak. sedangkan petugas sampah di dinas kebersihan dorang itu yanda pernah mengelu dari dorang p karja, pasti ngoni tau dorang p karja angka-angka ngoni p kotoran,,, bukan PNS, gaji kecil dibandingkan Perawat… asih toh dorang bersyukur walaupun dapa Adipura dorang nda mengharapkan reward dari pemerintah….. eh Orang Bijak buka ngana p mata deng hati sama deng Wagub d bilang……

  6. iklan RS Malalayang :
    kami lebih mengutamakan uang daripada nyawa anda … ada uang anda kami rawat, tidak ada uang silakan menunggu di ruang tunggu pasien sampai ajal menjemput…

  7. persoalan ini sudah lama sekali terjadi di rumah sakit malalayang, tapi anehnya belum ada tindakan atau sangsi terhadap rumah sakit agar melakukan pembenahan, malah semakin hari semakin parah dan terus masyarakat kurang mampu di korbankan

  8. Lebih di selidiki lagi pemberian obat pada pasien Jamkesmas, Rekomendasi dan PKH serta Askes sebab banyak pasien beli obat yang begitu mahal tapi banyak yang tidak di pakai. apakah ini sebagian dari mafia Obat????

  9. kyapa pemerintah dengan penegak hukum cuma babadiam, padahal so banyak depe korban yang mati di RSUD prof kandou, apa lantaran yang jadi korban rata-rata orang susah sampe polisi dengan jaksa tutu mata nenmau usut, atau so dapa doi tutu mulu samua?!

  10. Jika ada ratusan pasien minta dilayani duluan, apa Pak Wagub bersedia menjadi asistennya perawat yang notabene so pastiu kerja krn gaji nda nae2, puluhan taon cuma di bagian itu-itu saja, tidak pernah dapat perhatian apalagi reward dari Pemprov malah cuma dapat kritik…. lebih bijaklah

  11. .. hi.hi..hi..hi…good…good ..Om ..BIONGO … I like Your Comment ….. memang cuma tu TIKUS deng Kekerlak …..tu ada hidup di Rumah Sakit tu .. dia ….hi..hi..hi.hi..hi…

  12. ..

    …..CUMA TIKUS DENG KECOA YANG BISA MASUK RSU PROF KANDOUW.
    .
    ..
    ..SUSAH-SUSAH ADA BANGUN NYANDA ADA MANFAAT..PERTAMA BANGUN ..ODOH HEBAT SKALI…LAMA-LAMA BUKANG LEBE BAGUS LEBE JADI RUMAH SAKIT MAYAT….CUMA TIKUS DENG KECOA YANG HIDUP….

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara