
Bitung – Ada yang unik di ibadah Pra Natal Terminal BBM PT Pertamina Kota Bitung, Jumat (21/12/2018).
Ibadah yang digelar di Kantor Terminal BBM itu diiringi dengan alat musik tradisional kolintang tanpa menggunakan alat musik modern seperti ibadah-ibadah Pra Natal pada umumnya.
Menurut OH Terminal BBM Kota Bitung PT Pertamina, Isak Samuel Rumadas, konsep menghadirkan alat musik kolintang sebagai pengiring bukan tanpa alasan.
“Selain melestarikan alat musik lokal, saya pribadi walaupun bukan berasal dari Sulut tapi kagum dan sangat menyukai musik kolintang,” kata Isak.
Isak menceritakan awal ketertarikannya dengan alat musik kolintang beruma saat masih duduk di bangku sekolah.
“Setiap ujian pasti ada pertanyaan tentang alat musik kolintang yang berasal dari Sulut. Jadi saya penasaran dan mencari tahu seperti apa musik kulintang,” katanya.
Menurutnya, alat musik kolintang adalah alat musik yang sederhana dari kayu yang disusun, kendati hanya susunan kayu tapi menghasilkan nada merdu dan indah jika dimainkan.
“Filosofi alat musik kolintang sama dengan kekompakan staf dan karyawan PT Pertamina di Terminal BBM Kota yang setiap hari bisa bersatu padu untuk mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Sulut dan Gorontalo hingg Luwuk Banggai,” katanya.
Untuk itu dirinya berpesan bagi kaum anak muda di Kota Bitung, terutama staf dan karyawan PT Pertamina agar mulai berpikir melestarikan alat musik kolintang agar tidak punah dari generasi ke generasi.
“Juga, saya minta agar staf dan karyawan PT Pertamina mulai berpikir bagaimana mentransformasikan agar penyaluran BBM tetap berjalan mengikuti perkembangan digital seperti melestarikan alat musik kolintang,” katanya.
Ibadah Pra Natal itu juga dihadiri Asisten III Pemkot Bitung, Yoke Senduk dan Forkopimda Kota Bitung serta staf dan karyawan Terminal BBM PT Pertamina Kota Bitung.
(abinenobm)
