
Manado – Kisruh berkepanjangan yang terjadi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, menuai tanggapan dari berbagai kalangan.
Kali ini datang dari pengamat sosial kemasyarakatan Sulut, Taufik Tumbelaka. Kepada beritamanado Tumbelaka mengungkapkan bahwa kisruh yang berkepanjangan di Unsrat saat ini berakibat dari lemahnya leadership (kepermimpinan) Rektor.
“Kisruh yang terus berkepanjangan saat ini di kampus kebanggaan masyarakat sulawesi utara yakni Universitas Sam Ratulangi, dikarenakan lemahnya kepemimpinan (leadership) dari Rektor saat ini,” kritik Tumbelaka.
Lebih lanjut Tumbelaka mengatakan bahwa seharusnya Rektor mampu merangkul seluruh masyarakat kampus untuk melihat secara koomprehensif tanpa ada kepentingan politik yang terselubung.
“Kalau Rektor benar-benar orang akademik, maka dia (Rektor-red) mampu melihat secara objektif setiap persoalan. Yang menjadi masalah ketika perseoalan akademik disusupi dengan agenda politik yang terselubung dari pimpinan kampus,” lanjutnya sembari berharap kisruh ini bisa cepat terselesaikan.(jk)

nama Unsrat sudah bagus, jangan karena pengamatan yang keliru sampai nama Unsrat jadi jelek.
bicara apa ini pengamat, mending tidak usah berkomentar karena rektor seorang Doktor tidak mungkin lah leadershipnya lemah, buktinya dia sudah memimpin satu periode, logika kalau memang lemah bisa saja unsrat tidak maju bahkan rektor sudah selesai di tengah jalan, jadi kalau mau menjadi pengamat perlu tambah belajar dulu agar tidak sembarangan bicara.
Kita kurang mo tunggu2 mo jadi pengamat olahraga…. hehehhehe…..