
MANADO – ‘Diobok-obok’ lawan politik, Partai Pemenang Pemilu Lagislatif di Sulut yakni Partai Golkar seakan tak berdaya menghadapinya. Sebagaimana catatan wartawan berita manado, sejumlah Walikota/Bupati harus mendekam dibalik jeruji besi lantaran dugaan kasus korupsi yang merundungnya, ironisnya fenomena ini hanya menyerang Kepala Daerah yang berasal dari Partai Golkar sedangkan untuk Politisi Partai Lain yang menempati posisi sama dapat dibilang sampai saat ini luput dari jeratan hukum.
Coba dilihat kebelakang, mulai dari mantan Walikota Manado, J R Rogi kemudian Bupati kepulauan Talaud, E E Lasut, terus Walikota Tomohon, J E Rumajar harus mendekam di ruang tahanan maupun penjara. Baru-baru inipun, Bupati Minahasa Tenggara yang merupakan politisi PG sedang diobok-obok dengan kasus yang sama.
Menurut Pengamat Politik Sulut, Taufik Tumbelaka, fenomena ini mengarah pada menguatnya dugaan adanya Grand Skenario yang dimainkan lawan politik PG untuk menjatuhkan citranya guna mempengaruhi suara partai pohon beringin ini pada Pemilu dan Pilpres mendatang.
“Herannya kenapa PG hingga saat ini masih diam dan tak berbuat apa-apa padahal ada upaya untuk membuat PG identik dengan sarang koruptor. Padahal PG memiliki Bargaining Power sebagai Parpol terbesar di Sulut namun tak bisa memainkan Bargaining Position,” ujar anak bungsu gubernur Sulut yang pertama, F. Tumbelaka, Kamis (24/02).
Lanjut dirinya menjelaskan bila ini terus dibiarkan, maka akan membawa dampak bagi runtuhnya PG di Sulut, karena ini bak bom waktu yang siap meledak untuk menggerogoti PG di Sulut.
“Analisa saya, fenomena yang terus dibiarkan ini akan merambat terus hingga ke pertahanan PG terkahir yakni Ketua PG Sulut dan ring satunya. Tinggal menunggu tanggal mainnya,” tandas alumni Fisipol UGM ini. (is)

diobok-obok airnya diobok-obok, para kadernya pada mabok. linglung-linglung.. heheheheh
bangkit Golkar kita harus menjadi Parpol yang kuat, karena PG pembawa suara rakyat