AMURANG —Sejak hari Minggu (25/09) lalu, RSUD Amurang tak lagi dialiri aliran listrik. Pasalnya, tiang gardu yang ada di RSUD Amurang tersebut mengalami musibah. Yaitu disambar petir, akibatnya sampai Selasa (27/09) tadi belum ada aliran listrik. Dengan demikian, aktifitas RSUD Amurang mengalami gangguang. Diantaranya, tak bisa menggunakan peralatan seperti komputer dan lain sebagainya.
Direktur Utama RSUD Amurang, dr Olga Tampemawa, MMKes ketika dikondirmasi Selasa (27/09) tadi di ruang kerjanya membenarkannya. ‘’Ya, sejak pekan kemarin aliran listrik tak ada lagi di RSUD Amurang. Diakuinya, kalau beberapa hari lalu disambar petir. Namun demikian, setelah pihaknya melaporkan ke PLN Ranting Amurang justru mereka menanyakan rekeningnya,’’ ujar Tampemawa.
Menurutnya, “saya heran apa hubungannya dengan rekening listrik. Apakah, pihaknya tidak pernah membayarnya. Stagnya kan hanya melaporkan kejadiannya. Tahu-tahu, pihak PLN Amurang menanyakan rekening RSUD Amurang.”
‘’Artinya, ini kan musibah. Mestinya PLN datang melihat keadaan yang sebenarnya. Apabila kami belum membayar rekening listrik, pastinya kami akan selesaikan juga. Namun demikian, kami sangat sesali hingga kini belum ada aliran listrik di RSUD Amurang,’’ tanyanya.
Lanjut Tampemawa, seharusnya pihak PLN dapat memperbaikinya dulu. Sebab, buktinya aktifitas di SKPD ini ikut terganggu. ‘’Saya minta, pelanggan harus diperhatikan. Soal apakah belum ada pembayaran. Itu jelas akan mempengaruhi kepercayaan PLN sendiri,’’ jelas Tampemawa.
Sementara itu, Kepala PLN Ranting Amurang, Tonny, kaget dengan hal ini. ‘’Saya kaget, apakah pihak RSUD Amurang sudah melapor. Apakah pula, pelapor menandatangani dalam buka laporan yang ada di PLN Amurang. Namun demikian kami akan langsung turun dan memeriksa benar tidaknya. Sekali lagi, kami akan turun dan memperbaikinya,’’ ungkap Tonny. (ape)
