MANADO – Pemilihan Umum (Pemilu) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi telah direncanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) pada tanggal 6 Desember 2011 ini. Namun banyak kalangan mahasiswa melihat pesta demokrasi mahasiswa ini cacat hukum.
Sekurang-kurangnya tiga fakultas yang ada di Unsrat menilai bahwa pemilihan ini sarat kepentingan organ ekstra, sehingga mereka menolak dilaksanakannya pemilihan didalam wilayah fakultas mereka.
Ketiga fakultas itu adalah, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknik (Fatek) serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Menurut ketiga Ketua Senat ini bahwa MPM serta KPUM tidak transparan dalam proses penentuan calon.
“Degan melihat kinerja dari KPUM mulai dari pleno penetapan calon tetap ketua dan wakil ketua BEM Unsrat, kami sangat kecewa karena ada calon yang nyata-nyatanya tidak memasukan berkas tapi diloloskan. Sementara yang sesuai prosedur ditolak,” kata Ketua Senat Fisip, Rido Radjabaikole tadi pagi. Hal senadapun dituturkan oleh Ketua Senat FKM beberapa waktu lalu kepada beritamanado.
“Buruknya kinerja yang ditunjukan oleh pihak penyelengara. Maka sudah menjadi barang tentu kemahasiswaan tingak Unsrat tidak berjalan alias mandek,” lagi kritik Rido, ketua senat yang vokal ini.
Lebih lanjut Rido menyesalkan peran Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan yang terkesan membiarkan pemilihan ini berjalan tidak sesuai mekanisme.
“Seharunya PR 3 dalam hal ini bisa menjadi fasilitator bagi kami, namun apa yang terjadi PR 3 sendiri terkesan membiarkan proses ini berjalan tidak sesuai mekanisme,” tutupnya. (gn)
