Sangihe

Terungkap! Polisi Sebut Perahu Bermuatan Sianida di Siau Berasal dari Filipina, Satu Pelaku Masih Buron

Terungkap! Polisi Sebut Perahu Bermuatan Sianida di Siau Berasal dari Filipina, Satu Pelaku Masih Buron
Polisi amankan perahu bermuatan sianida di Sitaro.

Penulis : Ivan Xaverius | Sangihe

Kasus temuan perahu bermuatan bahan kimia diduga sianida di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (19/5) mulai terungkap.

Kepala Satuan Narkoba Polres Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), IPTU Recky P. Marthin, S.Pd.K., mengatakan bahan kimia yang ditemukan berjumlah sekitar 60 karung dan diduga berasal dari Filipina.

Menurut Marthin, empat orang menggunakan dua perahu dalam perjalanan tersebut, terdiri dari satu perahu besar dan satu perahu kecil dengan masing-masing dua awak.

Berdasarkan keterangan awal dua orang yang diamankan polisi, mereka mengaku hanya disewa untuk mengambil pakan ternak. Mereka berangkat dari Manado dan hanya diberikan titik lokasi penjemputan tanpa mengetahui tujuan sebenarnya.

“Keterangan awal, mereka hanya disuruh mengambil pakan ternak. Setelah tiba di lokasi, ternyata pulau tujuan berada di Filipina,” ujar Marthin.

Setibanya di salah satu pulau di Filipina, kedua awak mengaku dijemput seseorang lalu diajak makan. Saat kembali ke perahu, muatan sudah berada di atas Perahu dan setahu mereka itu pakan ternak.

“Ketika mereka kembali ke perahu, barang sudah dimuat dan mereka mengira itu pakan ternak,” jelasnya.

Namun setelah diperiksa, polisi menemukan sekitar 60 karung bahan kimia yang diduga kuat merupakan sianida. Hingga kini, polisi masih mendalami asal-usul dan tujuan pengiriman barang tersebut.

“Kami masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap keterangan kedua orang itu,” tegas Kasat Narkoba.

Kasus ini terungkap setelah rombongan perahu tersebut berencana singgah di Pulau Siau untuk membawa salah satu awak yang disebut dalam kondisi sakit. Saat memasuki perairan Balirangen, salah satu perahu besar dilaporkan kandas.

Dua awak yang berada di perahu kecil kemudian berupaya membantu memindahkan korban yang sakit. Namun saat diperiksa, korban ternyata sudah meninggal dunia di atas perahu.

Dalam situasi tersebut, satu awak lain yang sebelumnya bersama korban diduga memanfaatkan keadaan untuk melarikan diri sambil membawa kabur salah satu perahu kecil.

“Korban meninggal berada di perahu besar, sedangkan satu orang lainnya melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran,” ungkap Marthin.

Saat ini, dua awak perahu bersama puluhan karung bahan kimia yang diduga sianida telah diamankan di Mapolres Kepulauan Sitaro untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu satu orang yang melarikan diri dalam kasus tersebut.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara