Minsel

Terancam Ditinggalkan Kader, Kosgoro Minsel Desak DPP Golkar Islah

Amurang – Tahun 2015, sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut), salah satunya Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menggelar Pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Menghadapi Pilkada, Partai Golkar (PG) masih terjadi dualisme ditubuh Dewan Pengurus Pusat (DPP), sehingga dapat menjadi ganjalan pada pencalonan di Pilkada nanti.

Menanggapi situasi tersebut, Kosgoro Minsel yang merupakan organisasi sayap PG memintakan agar DPP segera melakukan islah.

Alasanya, akan berpengaruh pada pencalonan di Pilkada nanti, khusunya di PG. Selain itu juga membawa kebingungan dikalangan kader.

“Ya, memang masih berproses dipengadilan sehingga belum terlambat untuk melakukan islah. Sebab persoalan bukan hanya sampai di Pilkada, tapi juga pada kader akar rumput. Sudah ada suara bahwa kalau terus bergejolak kemungkinan keluar dari partai bakal terjadi dan ini tentu memberi dampak tidak kecil bagi partai Golkar sendiri,” ujar Ketua Kosgoro Minsel Wem Mononimbar.

Lanjut dia, apalagi pada Pilkada nanti, PG lebih realistis mengajukan kader yakni Christiany Eugenia Paruntu, SE mempunyai elektabilitas yang tinggi dan untuk saat ini di Minsel belum ada kader PG Minsel yang dapat menyaingi beliau.

“Jangan sampai karena persoalan di DPP, PG gagal di Pilkada karena mengajukan calon lain. Untuk itu saya tegaskan mendesak islah harus segera dilakukan,” kata dia.

Mononimbar menambahkan, sejak dia bergabung tidak pernah PG terpecah atau terjadi dualisme seperti sekarang ini.

Maka dari itu jalan islah yang terbaik, sebab kalau diteruskan lewat pengadilan bakal terjadi perpecahan hingga akar rumput. Kan kita tidak menginginkan terbentuk partai lain dikarenakan perpecahan ini, paparnya. (sanlylendongan)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara