BITUNG—Kendati hampir seluruh wilayah kecamatan Kota Bitung telah memiliki tempat pengomposan, namun rupanya tekanan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aertembaga belum berkurang. Buktinya menurut Kadis Kebersihan Kota Bitung, Jossy Kawengian, volume sampah yang masuk ke TPA masih 520 meter kubik setiap hari dan cenderung lebih meningkat.
“Harusnya jika dibandingkan dengan jumlah pengomposan yang ada ditiap kecamatan, tentu volume yang masuk ke TPA berangsur-angsur berkurang. Tapi kenyataanya malah sebaliknya,” kata Kawengian.
Kawengian sendiri menjelaskan, sampah-sampah tersebut terdiri dari sampah perusahaan dan rumah tangga yang setiap hari harus ditampung TPA Aertembaga. Dan jika volume sampah ini tidak bisa ditekan maka hanya dalam hitungan 20 tahun kedepan TPA Aertembaga bakal penuh.
“Ini merupakan tanggung jawab tiap camat agar benar-benar mengoptimalkan pengomposan yang telah dimiliki, jangan hanya dijadikan pajangan. Karena kita berharap kedepannya hanya sampah kering yang akan kita angkut, sedangkan sampah basah harus dikelola sendiri oleh tiap kecamatan,” katanya.
Malah Kawengian mengatakan, kedepannya pihaknya akan menerapkan agar tiap kelurahan memiliki 2 tempat pengomposan. Dengan demikian TPA benar-benar hanya menerima sampah plastik yang benar-benar tidak dapat diolah oleh masyarakat dengan harapan tekanan TPA semakin berkurang.(en)
