Minahasa

Tanaman Asal Paraguay Dibudidaya di Minahasa, Ini Kata Erni Kaseger

Diskusi ditail itu konteksnya adalah konteks bisnis, kalau bisnisnya cocok jalan, kalau tidak cocok tidak apa-apa,” ujar Widodo.

Diapun berharap jika nanti kerjasama antara PT BKS dan Bumdes di setiap Desa se Kecamatan Kakas Barat akan berjalan dan lahan yang bakal di tanami tumbuhan Stevi ini mencapai target maka pabrik pengolahan akan ada di Kecamatan Kakas Barat.

“Kita akan lihat berapa hasilnya dalam setahun, kalau ini nantinya bisa mencapai 1000 hektar, kami berharap industrinya itu ada disini sehingga menyerap tenaga kerja, anak-anak mudah ini tidak harus pergi ke kota dan itu nanti turunannya banyak,” harapnya.

Hukum Tua Desa Tountimomor Erni Kaseger optimisi kehadiran PT BKS dengan tumbuhan Stevi ini akan membawa angin segar bagi warga se Kecamatan Kakas Barat.

“Kita Bersyukur karena ini juga penyediaan lapangan kerja, apalagi lagi dari kementerian desa saat ini meninjau langsung lokasinya, bukan saja itu bahkan dari luar negeri yakni Korea Selatan telah datang kemari melihat pertumbuhan tanaman stevia ini dan ternyata di Kabupaten Minahasa lebih khusus Kakas Barat pertumbuhannya sangat baik dan kedepan akan dikembangkan, dan selaku pemerintah desa sangat mengharapkan bantuan dari atasan baik Pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur, pak Bupati serta pak Wakil Bupati agar tanaman ini dapat dikembangkan apalagi sesuai dengan informasi ada sekian ribuan luas lahan yang akan dicari,” pintanya.

Diapun memohon kerja sama seluruh pemerintah 10 desa se Kecamatan Kakas Barat.

“Disepuluh Desa yang ada di Kakas Barat,mari sama -sama kita topang karena ini satu keuntungan buat kita,” imbuhnya.

Untuk luas lahan yang ada di area perkebunan antara Desa Tountimomor, Totolan dan Desa Panasen sendiri kurang lebih 500 hektar.

“Kalau luas lahan yang ada diwilayah tiga desa yakni Totolan, Panasen dan Tountimomor sekitar 400 sampai 500 hektar,” kata Ketua KTNA Kecamatan Kakas Barat Berty Kaseger.

Kasegerpun berpendapat dengan hadirnya PT BKS di Kakas Barat akan lebih mendorong Kelompok tani dalam berkebun apalagi tumbuhan Stevia itu menjanjikan.

“Kalau ini sukses, saya yakin Petani Kakas Barat akan makmur, bahkan tidak akan lagi didapati pengeluhan-pengeluhan karena kurangya pupuk atau hasil panen merugi.

Begitupun untuk operator traktor akan selalu ada job setiap harinya, jadi mari kita dukung bersama-sama,” pungkasnya.

Diketahui, Tumbuhan Stevia ini sudah dilaunching masa panennya pada beberapa hari lalu yang dilakukan oleh Koordinator Pemasaran Internasional Direktorat Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian Republik Indonesia dan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Kepala Karantina Pertanian Sulut, Kepala Balai Benih Perkebunan Sulut dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa beserta jajarannya.

(FerdinandRanti)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara