Minahasa

Tanaman Asal Paraguay Dibudidaya di Minahasa, Ini Kata Erni Kaseger

Tanaman Asal Paraguay Dibudidaya di Minahasa, Ini Kata Erni Kaseger

Minahasa, BeritaManado.com – Tumbuhan asal Paraguay Amerika Latin ini, ternyata dapat tumbuh dengan subur di Kabupaten Minahasa, setelah PT Bejana Kasih Sempurna (BKS) mencoba menanamnya di Perkebunan ex Pacuan Kuda Desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat, Minggu (20/6/2021).

Dengan mudahnya ditanam diperkebunan Kecamatan Kakas Barat, besar kemungkinan para Petani di Wilayah ini akan makmur apalagi dengan harga jual yang tergolong mahal.

Sebelum uji penanaman benih yang diyakini bisa menganti tumbuhan tebu sebagai bahan komoditi penghasil gula, Stevia ini ditanam pada awal tahun 2021 dengan luas lahan kurang lebih satu hektar.

Chief Executive Officer PT Bejana Kasih Sempurna, Oktavianus Minanga mengatakan tumbuhan dengan 167 spesies ini tumbuh subur di Perkebunan Desa Tountimomor dikarenakan suplay air dari kandungan tanah sangat menunjang dan luas lahanya cukup besar.

“Kita memilih Kakas barat karena dari hasil penelitian kita infrastruktur sangat mendukung, pertama air ada di dalam kebun,kemudian luas pengembangan kurang lebih 1000 hektar ada di sini,” kata Minanga.

Dalam pengolahan nanti, Pihak BKS sendiri bakal mempekerjakan warga di Kecamatan Kakas barat untuk membudidayakan tumbuhan ini bahkanpun pihaknya bakal mengandeng kelompok tani juga Bumdes di Sepuluh Desa se Kecamatan Kakas Barat, yakni Desa Tountimomor, Passo, Panasen, Totolan, Kalawiran, Wasian, Touliang, Simbel, Wailang sampai Desa Bukit Tinggi.

“Kita tidak jauh-jauh kemana, tinggal kita ajak masyarakat di sini, ini konsep PT BKS yang tidak membuat perkebunan secara eksklusif tetapi mengandeng masyarakat baik itu petani secara pribadi, kelompok tani, maupun lembaga – lembaga seperti Bumdes supaya bisa berjalan bersama – sama,” ujar dia.

Lebih lanjut kata Oktavianus, petani tinggal menanam saja, karena dari segi benih maupun obat-obatan serta pupuk yang dipakai disediakan pihak PT BKS.

“Kita bersama-sama berjalan,jadi sistemnya contract Farming, kami kasih bibit, kami berinfestasi dibibit, kami memberi pendampingan seperti apa dilapangan maupun mendampingi pengembangannya, hasilnya kami juga yang mengambil dan harus kami yang membeli dan harga yang ditetapkan adalah harga didalam kontrak sebelum dilakukan penanaman, artinya kepastian tentang harga petani jangan takut jikalau nanti saat panen jatuh hargannya, sebelum ditanam harganya sudah ditetapkan,” katanya.

Dipaparkannya khasiat yang terkandung dalam tumbuhan herbal pengganti gula rendah kalori dimana gula umumnya dihasilkan dari sari tebu yang mulai berkurang produksinya.

“Stevia juga bisa masuk industri food and baverage makanan dan minuman, kue, roti, eskrim dan lain-lain, kemudian bisa untuk kesehatan misalnya mengontrol diabetes.

Selain itu bisa juga untuk industri kecantikan baik perawatan kulit wajah juga untuk organ vital wanita, dan membantu penurunan kalori dalam tubuh,” katanya.

Untuk omset yang bisa dihasilkan dari budidaya tanaman stevia ini sendiri, satu kali ditanam bisa berproduksi selama enam tahun, dengan masa panen selama 35 sampai 40 hari dapat menghasilkan empat ton kering per hektar dan diuangkan mencapai harga 56 juta rupiah, sementara untuk setahun dapat dipanen sebanyak delapan kali dengan total capaian harga 448 juta rupiah.

“Asalkan dikelolah dengan baik, karena dalam perawatan tanaman stevia ini harus teliti, mulai dari pembenihan, penaman di area yang siap ditanami sampai pada pemupukan dimana pupuk yang digunakan murni pupuk organik, lebih baik dari kotoran ayam,” ujarnya.

Terkait penanaman secara besar-besaran, pihak PT BKS sendiri menargetkan pada awal tahun 2022 mendatang.

“Rencana penanan besar – besaran tahun 2022 mendatang dengan luasan 500 hektar, karena kita juga menunggu benih yang nanti dikirim dari Korea Selatan, kita berharap tahun 2023 sudah berdiri pabriknya,” jelas Okta.

Sementara Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan antar lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Samsul Widodo mengatakan ini adalah peluang kerja sama yang sangat baik, menjanjikan dan sayang untuk dilewati.

“Kami hadir memberi contoh konkrit peluang bisnis, PT BKS ini hadir dengan tanaman Stevia mereka yang baik untuk kesehatan dan mereka berani kontrak dengan Bumdes untuk mengkonsolidasi lahan-lahan, memang kami tidak bisa mengatakan harus, tetapi kami pingin Bumdes terbuka pikirannya mengenai peluang bisnis ini, tetapi kami minta pihak PMD dan Pendamping Desa diskusikan lagi lebih detail.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara