Fajar Wibhiyadi menambahkan, untuk semester II tahun 2020, kami optimis kinerja KBI akan tumbuh positif, dan dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Hal ini melihat bahwa industri perdagangan berjangka komoditi cukup tahan terhadap goncangan ekonomi, baik nasional maupun global.
“Untuk itu, kami terus mendorong peningkatan transaksi di perdagangan berjangka komoditi di Bursa Berjangka Jakarta, tentu dengan berbagai upaya edukasi serta literasi kepada masyarakat terkait investasi ini,” ungkap Fajar.
Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuhnya industri perdagangan berjangka komoditi.
Tidak hanya perdagangan di Sistem Perdagangan Alternatif, KBI bersama pemangku kepentingan lain di industri ini juga mendorong untuk peningkatan transaksi multilateral.
Selain sebagai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi di Bursa Berjangka Jakarta, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) juga memiliki pilar bisnis sebagai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi di pasar fisik, serta sebagai Pusat Registrasi Sistem Resi Gudang.
(***/srisurya)
