Agama dan Pendidikan

Syukur 25 Tahun Tahbisan Imamat, Ini Ungkapan Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC

Syukur 25 Tahun Tahbisan Imamat, Ini Ungkapan Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC
Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC saat memimpin Misa syukur

Tomohon, BeritaManado.com — Umat Katolik Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen boleh bersyukur atas sukacita iman dalam rangkaian syukur 25 tahun tahbisan Imamat Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC, Minggu (1/5/2022).

Dalam khotbahnya, Pastor Aloysius sedikit bernostalgia tentang perjalanan hidupnya yang dimulai dari Putra Altar di masa pelayanan Pastor Louis Laarhoven MSC hingga berkeliling dunia (India, China dan Australia) sebagai imam dan misionaris Hati Kudus Yesus (MSC).

Dalam lika-liku pelayanan yang dialami, Pastor Ho Tombokan sapaan akrabnya mengambil inspirasi dari dari penampakan Yesus kepada Petrus dan murid-murid lain di Danau Tiberias.

Syukur 25 Tahun Tahbisan Imamat, Ini Ungkapan Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC
Orangtua dan keluarga Pastor Ho Tombokan

Sebanyak tiga kali, Yesus bertanya kepada Petrus “apakah engkau mengasihi Aku?”

Pertanyaan itulah yang pada akhirnya membuat Petrus merasa sedih dan akhirnya mengerti dan memahami arti ketulusan dan kejujuran dalam melayani Tuhan.

“Jadi dalam segala bentuk pelayanan termasuk sebagai imam, penting bagi seseorang untuk memiliki sikap yang jujur dan tulus dalam melayani Tuhan,” ungkap Pastor Ho Tombokan.

Syukur 25 Tahun Tahbisan Imamat, Ini Ungkapan Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC
Pastor Ho Tombokan saat berjalan menuju gereja

Pada kesempatan istimewa tersebut, Pastor Ho Tombokan sendiri mengungkapkan keprihatinan atas kondisi gereja di negeri kincir angin Belanda yang dahulunya menjadi negara yang sering mengirimkan misionaris ke Indonesia dan negara-negara misi di seluruh dunia.

“Di Belanda ada bangunan gereja dan biara berubah fungsi, karena tidak ada lagi imam dan umat yang datang beribadah. Maka dari itu, saya menantang kepada anak-anak muda di Paroki St Fransiskus Xaverius Kakaskasen agar dapat memberi diri untuk menjadi imam maupun suster,” katakan.

Ditambahkannya, dalam keseluruhan kehidupan pelayanan sebagai imam MSC, Pastor Ho Tombokan mengatakan bahwa segala sesuatu yang telah dan akan dibuat, itu bukan untuk hormat dan pujian, akan tetapi murni sebagai tanggapan atas panggilan hidup.

Syukur 25 Tahun Tahbisan Imamat, Ini Ungkapan Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC
Penjemputan secara adat di kediaman Pastor Ho Tombokan

Pada bagian yang sama di bagian akhir Misa syukur tersebut, Pastor Paroki St Fransiskus Xaverius Kakaskasen Noldy Karamoy Pr menyampaikan selamat kepada Pastor Ho Tombokan bersama keluarga.

“Ini momentum yang patut dibanggakan, karena putra Kakaskasen boleh merayakan HUT tahbisan Imamat. Semoga pengalaman pelayanan Pastor Ho Tombokan akan menjadi ladang yang dapat digunakan untuk menyemai benih panggilan imamat di tengah-tengah kehidupan anak-anak muda di Paroki St Fransiskus Xaverius Kakaskasen ini,” ungkap Pastor Noldy Karamoy Pr.

Adapun prosesi Misa syukur tersebut dimulai dengan penjemputan secara ada Pastor Ho Tombokan dari rumah kemudian berarak menuju gereja yang diikuti oleh tokoh umat dan juga keluarga.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara