Hukum dan Kriminalitas

Suster Sengkeh: RS Cantia Merawat 7 Korban Wulurmaatus

Suster Sengkeh: RS Cantia Merawat 7 Korban Wulurmaatus
Suster dr Mareyke Sengkeh

Tompasobaru–Rumah Sakit Cantia Tompasobaru, sekitar pukul 10.00 Wita datang beberapa kendaraan. Kendaraan tersebut membawa sekitar 7 orang warga Wulurmaatus Kecamatan Modoinding. Pasalnya, ketujuh korban masing-masing Lendy Wongkar (22), Rafles Senduk (30), Billy Corneles (25), Orde Karoan (20), Franky Singkay (24), Rommy Tamengkel (25) dan Jefry Kolang (38).

Direktur Utama RS Cantia Tompasobaru Suster dr Mareyke Sengkeh menjelaskan, bahwa pihaknya sempat merawat 7 warga dari Wulurmaatus. ”Informasi, bahwa ketujuh warga tersebut mengalami luka tembakan senapan angin. Bahkan, dari tujuh korban tersebut empat diantaranya langsung dirujuk ke RS Kalooran Amurang. Namun demikian, mereka juga ditolak dan dikirim ke RS Prof Kandou Malalayang Manado,” ujar Suster dr Mareyke.

Kata Suster dr Mareyke lagi, bahwa pihaknya hanya bisa melakukan operasi ringan kepada tiga korban. Dan saat ini, ketiga korban sudah kembali pulang ke Desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding. Sedangkan, keempat korban lainnya masih dirawat secara intensif di RSU Prof Kandow Manado.

”Sebab, keempat korban lainnya mengalami luka serius. Bahkan, peluru dari senapan angin yang digunakan warga Makaaroyen benar-benar mengenai kepala, pipim tenggorokan, telinga dan hidung. Dengan demikian, mereka harus dilakukan operasi di Manado. Kalau RS Cantia sendiri tidak memiliki alat operasi canggih,” tambah suster yang mengaku sudah delapan tahun berada di RS Cantia ini.

Sementara itu, informasi lainnya bahwa ke-7 korban diatas akibat terkena tembakan senapan angin. Dimana, kedua desa Wulurmaatus dan Makaaroyen Kecamatan Modoinding subuh tadi mencekam. Bahkan, kedua desa langsung bertikai.

”Saat ini, pihak Polres Minsel dibantu Polsek Tompasobaru dan Modoinding sendiri melakukan jaga secara ketat. Bahkan, pengawalan beberapa rumah dengan sejiumlah petugas dengan menggunakan pakaian preman,” ungkap sumber.

Dari amatan beritamanado.com, banyak warga Makaaroyen melakukan ronda dengan membawa parang, pentungan dan tombak. Mereka juga melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang masuk. (and)

2 tanggapan untuk “Suster Sengkeh: RS Cantia Merawat 7 Korban Wulurmaatus”

  1. Inii oranng minahasa so jadi bagini satu keturunan saling bermusuhan…. Propinsi jgn diam ambil langkah2 pencegahan…. Cari solusi apaa permasalahan sebenarnya?….

  2. Sebaiknya sebelum menyebarkan berita, adakan observasi dulu; saya rasa yang terpenting harus di ketahui adalah kronologi yang mengakibatkan pertikaian antar desa2 tsb. Kalau beritanya hanya seperti ini, publik bisa beropini macam2, yang akhirnya merugikan pihak2 tertentu.

    Yg terpenting harus kita ingat bersama, korban tidak selalu benar.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara