Berita Utama

Sungai Lancang-Mekong: Jalur Emas Perdagangan China dan Negara Asia Tenggara

Sekarang, waktu tempuh dari pelabuhan ke jalan tol hanya sekitar 10 menit.

Budaya Eratkan Ekonomi Lintas Batas

“Anda tinggal di hulu, saya tinggal di hilir. Kita berbagi air dari sungai yang sama.”

Ungkapan puitis ini tak hanya menggambarkan kedekatan budaya, tetapi kini juga konektivitas logistik yang erat antara China, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.

Dari Guanlei, truk berat dan mesin pertanian buatan China mengalir ke negara-negara Asia Tenggara.

Sebaliknya, buah-buahan iklim sedang dari Yunnan, seperti apel dan anggur, kini mudah dipasok ke pasar ASEAN.

Tak ketinggalan, komoditas tropis seperti karet dari Myanmar dan tebu dari Thailand turut memanfaatkan jalur ini untuk memasuki pasar China.

Para ahli memprediksi, dengan infrastruktur Pelabuhan Guanlei yang semakin lengkap, jalur sungai Lancang-Mekong akan terintegrasi efisien dengan jalur darat Kunming-Mandalay, Jalur Kereta China-Laos, serta jaringan transportasi udara.

Ini akan membentuk sistem konektivitas multimoda “air-darat-udara-jalur kereta” yang modern.

Tentu saja, ini akan memperkuat keunggulan geografis Provinsi Yunnan dan China barat daya, mempercepat pembangunan wilayah perbatasan, dan memperdalam kerja sama ekonomi antara China dan negara-negara subkawasan Mekong, serta para mitra Inisiatif Sabuk dan Jalan.

Kini, menarik untuk disimak dampak peningkatan dalam volume perdagangan dan kerja sama regional di tahun-tahun mendatang?

(sumber:xinhuanews)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara